Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 September 2023 | 00.10 WIB

Persebaya Dipastikan Terusir dari Gelora Bung Tomo Selama Dua Bulan Imbas Piala Dunia U-17

Stadion Gelora Bung Tomo disterilkan dari segala aktivitas termasuk pertandingan Liga 1 karena akan dilakukan renovasi tahap akhir sebagai persiapan menjadi venue Piala Dunia U-17./ Persebaya - Image

Stadion Gelora Bung Tomo disterilkan dari segala aktivitas termasuk pertandingan Liga 1 karena akan dilakukan renovasi tahap akhir sebagai persiapan menjadi venue Piala Dunia U-17./ Persebaya

JawaPos.com - Teka-teki seputar nasib Persebaya dalam menjalani laga kandang di Gelora Bung Tomo selama gelaran Piala Dunia U-17 mulai terjawab.

Pada Jumat (15/9) manajemen Persebaya menerima surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Isinya adalah perintah mensterilkan stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sejak tanggal yang tertera di surat tersebut yaitu 15 September hingga dua bulan kedepan.

"Mendadak muncul surat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang menyatakan GBT harus steril sampai usainya Piala Dunia U-17 pada awal Desember nanti. Alasannya, GBT dan juga stadion-stadion lain yang menjadi venue Piala Dunia U-17 harus direnovasi," ungkap manajemen Persebaya dalam keterangan resminya di laman resmi klub.

Berdasarkan surat tersebut, Persebaya sudah tidak dapat menjalani laga kandang sejak pekan ini. Maka, laga big match menjamu Arema FC pada 26 September mendatang tidak bisa digelar di GBT. Padahal persiapan menghadapi duel tersebut sudah matang.

Hal itu sangat disayangkan pihak manajemen karena piala dunia masih berlangsung November mendatang dan seharusnya Green Force masih bisa berlaga di GBT saat menjamu Arema FC.

Selain itu, yang disayangkan juga oleh manajemen adalah renovasi tersebut dianggap tidak jelas karena sejauh ini persiapan stadion GBT sebagai venue piala dunia sudah maksimal.

"Masih ada waktu lebih dari 50 hari menuju kick-off piala dunia. Jika ada yang harus direnovasi, seharusnya masih cukup waktu sehingga tak perlu membuat Persebaya tidak bisa bertanding di GBT," kata manajemen Persebaya dalam pernyataan resminya.

Stadion kebanggaan Surabaya ini memang dianggap yang terbaik sebagai venue Piala Dunia U-17. Hal itu berdasarkan pada hasil risk assessment mabes Polri pada 3 Maret 2023 yang memberikan nilai 89,02 persen.

Itu artinya, GBT bisa menjadi venue pertandingan dengan kapasitas 100 persen penonton.

Inspeksi tim dari FIFA pada 29 Agustus lalu juga meneguhkan kesiapan GBT sebagai venue Piala Dunia U-17.

"FIFA menilai dari aspek keamanan, media, hospitality, hingga kualitas lapangan, GBT sangat memenuhi syarat sebagai venue. Kalaupun harus ada renovasi tambahan, hanya sedikit dan tidak perlu mengorbankan Persebaya," imbuh pihak manajemen.

Surat Kementerian PUPR tersebut membuat manajemen menilai Persebaya seperti dipaksa terusir dari Surabaya.

"Ini seperti memaksa Persebaya terusir dari Surabaya dan membuat status pertandingan Persebaya vs Arema FC menjadi ngambang," ujar manajemen.

Kini manajemen Persebaya berharap pemerintah, PSSI, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) harus bijaksana dan memberi kejelasan terhadap laga home Green Force terutama saat menghadapi Singo Edan pekan depan.

"Mestinya, agenda renovasi bisa sinkron dengan jadwal laga home Persebaya," pungkas manajemen.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore