Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 September 2023 | 17.32 WIB

Persebaya Tak Kunjung Umumkan Pelatih Kepala yang Baru, Apa Iya Salah Bonek?

LENGANG: Suasana tribun Gelora Bung Tomo yang melompong saat Persebaya menjamu Persita. - Image

LENGANG: Suasana tribun Gelora Bung Tomo yang melompong saat Persebaya menjamu Persita.

JawaPos.com – Manajemen Persebaya Surabaya masih bungkam perihal pelatih anyar. Padahal, mereka harus mengumumkan pelatih kepala secepatnya setelah berakhirnya masa tugas Uston Nawawi sebagai caretaker Green Force.

Masa bakti Uston memang berakhir setelah membawa hasil impresif Persebaya di Liga 1 musim ini. Legenda Green Force itu mempersembahkan empat kemenangan dan sekali imbang. Kemenangan terakhir dipersembahkan Uston saat membawa Persebaya menang tipis 2-1 atas Borneo FC, Minggu (3/9).

Performa apik itu turut mengerek posisi Persebaya menjadi peringkat 5 dengan 18 poin. Mereka hanya tertinggal lima poin dari Madura United selaku penguasa klasemen sementara Liga 1 musim ini.

Manajemen Green Force sebenarnya sangat ingin menjadikan Uston sebagai pelatih kepala, namun keinginan itu terganjal dengan lisensi kepelatihan yang dimiliki pelatih berusia 45 tahun tersebut. Uston hanya memiliki lisensi A AFC, bukan pro AFC yang menjadi syarat dari operator liga.

Karena itu, beberapa kandidat bermunculan mulai Paul Munster yang pernah menangani Bhayangkara FC, hingga mantan pelatih Persib Bandung Luis Milla. Walau begitu, manajemen Persebaya masih bungkam, meski kabar awal menyebut pelatih anyar Persebaya akan datang jelang pertandingan kontra Borneo FC.

“Rencana awal memang kami seperti itu, pelatih baru datang pekan ini. Tapi, saya pastikan belum akan ada pelatih anyar saat laga kontra Borneo FC,” ujar Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri, seperti dikutip dari akun Instagram @persebaya.watch pada Sabtu (2/9).

Masih belum adanya kepastian terkait pelatih kepala yang baru membuat bonek meradang. Mereka menyebut manajemen Persebaya saat ini sangat pelit. Mereka menduga manajemen hanya mencari pelatih berlabel murah, yang berujung belum adanya kepastian pelatih baru.

Walau begitu, jika ditelisik ke belakang, sikap manajemen tak lepas dari bonek juga. Manajemen tak mendapatkan pemasukan memadai setiap menggelar laga kandang.

Stadion Gelora Bung Tomo memang terlihat sepi, di mana Persebaya mencatat hanya mengantongi penonton 30.933. Jumlah itu sangat jauh jika dibandingkan dengan Persija Jakarta yang mampu mengumpulkan penonton sampai 139.694 orang.

“Ekonomi sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Buktinya gak cuman Persebaya yang laga kandangnya sepi. Klub-klub lainnya yang biasanya ditonton banyak penonton di kandang juga begitu,” tulis akun @StatsRawon di Twitter.

Sepinya penonton di laga home Persebaya inilah yang membuat kondisi keuangan manajemen sulit. Karena itulah, manajemen Persebaya disebut tidak bisa menganggarkan banyak dana untuk pelatih/pemain baru.

“Nah ini betul. Disegala sektor, perekonomian lagi turun untuk bulan Juli-Agustus. Tim marketing Persebaya pasti punya plan juga untuk meningkatkan pemasukan klub. Disyukuri saja, tetep support dengan hal-hal positif. Tidak perlu sindir menyindir. Semoga Persebaya tahun ini berprestasi,” imbuh @davidndrynt.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore