Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Desember 2019 | 18.45 WIB

Pensiun, Bepe Jadi Chef, Motivator, atau Pemain Wayang Orang?

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Panggung sepak bola Indonesia kehilangan salah seorang aktor terbaiknya. Bambang Pamungkas, yang akrab disapa Bepe, tadi malam (17/12) berpamitan undur diri sebagai pemain. Gantung sepatu.

Saya mulai mengenal secara personal sosok kelahiran Getas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, 10 Juni 1980, itu saat dia menjadi leader di timnas Piala AFF 2010 asuhan Alfred Riedl. Sekitar sembilan tahun meliput sepak bola nasional di Jakarta, termasuk klub ibu kota Persija Jakarta tentunya, mengantarkan saya mengenal lebih jauh pemain yang akrab dengan nomor punggung 20 tersebut.

Dalam pandangan saya, Bepe adalah pemain terprofesional dan tercerdas di eranya. Aksinya di lapangan, sikapnya di luar lapangan, dan statemen-statemen yang diucapkan menggambarkan bahwa dia bukan pemain biasa.

Bepe adalah sosok multitalenta. Selain skill di lapangan hijau yang tak diragukan lagi, dia punya kemampuan menulis yang bagus. Dua bukunya, Bepe20 Ketika Jemariku Menari dan Bepe20 Pride, beberapa kali cetak ulang.

Top Ten Asian Players 2012 itu juga pandai memasak. Banyak jenis menu masakan yang bisa dia racik. Dari menu lokal hingga Eropa. Di dunia maya, hobinya itu dia salurkan dengan membuat akun @thenekatchef. Bepe juga bisa bermain gitar dan piano. Dalam diri Bepe juga mengalir darah seni. Beberapa kali dia manggung dalam pementasan wayang orang.

Dunia motivator juga dirambahnya. Pada 28 April 2016 Bepe menjalani debutnya sebagai motivator dalam acara bertajuk ”#BEPE20BICARA Battle of Life: Cinta vs Tanggung Jawab” di Umar Ismail Hall, Jakarta.

Satu lagi, Bepe juga pandai melawak. Akun @OjoNesu miliknya menjadi salah satu bukti. Jika ngobrol dengannya, cuma 20 persen pembicaraan berjalan serius. Yang 80 persen adalah guyon.
Tak heran jika kemudian Bepe punya seabrek penggemar. Akun Twitter-nya punya 5,5 juta follower. Yang terbanyak dari kalangan atlet tanah air. Akun Instagram-nya punya 1,3 juta pengikut.
Bepe sangat pintar memaksimalkan potensi yang dia miliki dan ”menjual” dirinya. Di Indonesia dia menjadi salah satu atlet yang paling laris jadi bintang iklan. Mulai iklan minuman berenergi hingga obat sakit kepala.

Dan, di balik namanya yang menjura itu, ayah tiga putri tersebut adalah sosok yang pandai menyesuaikan diri serta pintar menghidupkan suasana. Intensitas kedekatan saya dengan pemain yang kali pertama datang ke Persija pada 1999 itu semakin tinggi ketika dia memutuskan istirahat dari kompetisi pada musim 2013. Bepe tidak bergabung dengan klub mana pun setelah ada masalah tunggakan gaji yang berlarut-larut dengan Persija.

Karena tidak punya klub, Bepe ”bergabung” dengan tim sepak bola PSSI Pers yang kebetulan saya menjadi koordinatornya. Kami berlatih tiap Sabtu sore di Lapangan C Senayan.
Biasanya Jumat siang Bepe japri saya, ”Bro, sesuk (besok, Red) tim latihan ora (tidak)? Aku arep teko (mau datang).” Ya, meski menjadi sosok pujaan di ibu kota yang bahasanya elu gue elu gue, Bepe selalu berkomunikasi dengan bahasa Jawa dengan mereka yang dia tahu paham bahasa Jawa.

Nah, saat latihan bersama tim yang mayoritas wartawan itulah, terlihat bagaimana dia bisa menyesuaikan diri. Skill olah bolanya disesuaikan dengan skill wartawan, hehehe. Bepe lebih banyak ngemong. Mencontohkan bagaimana bermain bola yang baik. Bepe bermain di posisi apa saja. Sesuai kebutuhan. Beberapa kali jadi kiper. Bahkan, ketika wasit tidak datang, dengan senang hati dia menjadi wasit!

Setelah Bepe melewati musim tanpa bermain di kompetisi, pada 9 Desember 2013 manajemen Pelita Bandung Raya (PBR) mengumumkan merekrut mantan kapten timnas itu dengan durasi kontrak satu tahun. Tim PSSI Pers mau tidak mau harus ”melepas” Bepe pergi, hehehe. Momen itulah yang disebut Bepe dirinya pernah dicap sebagai pengkhianat dalam sambutannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, tadi malam.

Padahal, setahu saya, kepindahan Bepe ke PBR adalah keterpaksaan yang sangat. Jika Persija lebih cepat sedikit saja melunasi tunggakan gaji yang sudah berlangsung belasan bulan, bisa dipastikan dia tetap akan memperkuat skuad Macan Kemayoran. Pada 18 Desember 2013 atau hanya berjarak sembilan hari dari Bepe deal dengan PBR, dengan campur tangan La Nyalla Mattalitti yang saat itu menjabat wakil ketua umum PSSI, manajemen Persija akhirnya melunasi gaji Bepe.

Setelah jumpa pers, Bepe mengajak saya berjalan kaki menuju area barat SUGBK, tempat dia memarkir mobil. Mengenakan T-shirt hitam lengan panjang, sambil berjalan, dia merangkul saya. Saat itu saya melihat gesturnya menunjukkan penyesalan kenapa Persija baru sekarang melunasi gaji. Kenapa bukan sebelum 9 Desember.

Saat itu Bepe bilang semua sudah terjadi dan harus dijalani. Bacaan saya ini bisa salah. Tapi, itulah yang saya tangkap saat itu. Dan akhirnya pemain yang pensiun dari timnas pada 1 April 2013 tersebut cuma satu musim di PBR dan kembali ke Persija.

Tadi malam Bepe sudah berpamitan. Semua pasti bertanya-tanya apa yang akan dilakukannya setelah gantung sepatu. Melatih klub tidak mungkin. Sebab, ketika teman seangkatannya bahkan sudah ada yang mengantongi lisensi A AFC, Bepe belum pernah ikut mengejar lisensi.

Hanya orang-orang terdekatnya yang tahu rencananya ke depan. Kemarin saya sempat kirim pesan via WhatsApp dan bertanya apa yang akan dia lakukan setelah pensiun. Jawabannya? Seperti biasa, tidak serius. ”PSSI jik ono lowongan ora yo kiro-kiro (PSSI masih ada lowongan tidak ya kira-kira, Red)?” jawabnya.

Dengan sebegitu banyak keahlian yang dimiliki, tentu tidak sulit bagi pengagum Gus Baha dan Gus Mus itu menata langkah ke depan. Akhirnya, selamat menempuh ”hidup baru”. Terima kasih, Bepe. Sudah memberikan contoh bagaimana menjadi profesional di dalam dan luar lapangan hijau. TS3!

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore