
Jacksen F. Tiago, pelatih Persipura memberikan instruksi kepada para pemainnya saat sesi latihan di Lapangan Unesa, Surabaya, beberapa waktu lalu. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Sama dengan kesebelasan lainnya, Persipura Jayapura sejatinya ingin melakukan pembenahan untuk menghadapi putaran kedua Liga 1 musim 2019. Terutama di barisan penyerang. Sebab, tim berjuluk Mutiara Hitam itu tidak begitu puas dengan kinerja striker asingnya, Samassa Mamadou.
Kontribusi penyerang berkebangsaan Prancis itu sangat minim. Dari 11 kali penampilan, Samassa baru menyumbang satu gol. Meski hasrat mencari penyerang pengganti begitu tinggi, jalan untuk menemukannya tidak mudah. Apalagi, di saat bersamaan, Persipura harus terus memperbaiki performa tim agar bisa merangsek ke papan atas dan menyiapkan mental untuk menjalani laga kandang di luar Papua.
”Saya berharap di hari terakhir pendaftaran pemain Tuhan mengirim orang baik yang membawa pemain berkualitas ke kami,” kata pelatih Persipura Jacksen F. Tiago sehari jelang penutupan bursa transfer kedua musim 2019. Bursa transfer sendiri ditutup 16 September 2019 pukul 23.59.
Dan, sampai deadline pendaftaran pemain, Tuhan tidak mengirim orang baik itu. Persipura memang akhirnya mendaftarkan satu nama pemain baru. Yakni, Ahmad Yani Yabkenyanan. Tapi, dia bukan striker berkualitas yang diimpikan Persipura. Yabkenyanan merupakan bek muda yang berasal dari tim Liga 3 zona Papua Persiker Keerom.
Dengan hanya mendaftarkan satu pemain baru yang namanya belum begitu dikenal, bersama Arema FC dan PS Tira Persikabo, Persipura menjadi tim yang paling sepi dari hiruk pikuk perburuan pemain. Bedanya, Arema dan PS Tira Persikabo yang sama-sama hanya menambah satu pemain baru mendaftarkan pemain yang cukup berkualitas. Arema mendaftarkan gelandang asal Jepang Takafumi Akahoshi. Sedangkan PS Tira Persikabo mendapatkan Prisca Womsiwor yang sebelumnya bermain untuk Barito Putera.
Meski begitu, Jacksen tidak merasa minder dengan langkah rival-rivalnya. Pelatih asal Brasil itu masih sangat yakin dengan kemampuan anak asuhnya. ”Fokus saya adalah memaksimalkan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki. Ini yang tidak dilihat orang lain. Mereka selalu melihat kelemahan. Tapi, saya berpikir sebaliknya,” paparnya.
Dan, Jacksen punya modal berharga untuk itu. Modal tersebut tidak lain adalah pengalamannya menangani Persipura sebelumnya. ”Mereka sudah tahu saya dan saya sudah kenal mereka,” sebutnya.
Sejauh ini pola pendekatan Jacksen sudah menampakkan hasil. Sejak ditangani Jacksen kembali, Persipura membukukan tujuh kemenangan dan sekali hasil imbang. Persipura pun hanya sekali kalah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
