
Aji Santoso lebih memilih Muhammad Rafli ketimbang Saddil Ramdani.
JawaPos.com- Persebaya Surabaya harus bergerilya lagi. Harapan Green Force mendatangkan Aji Santoso pupus. Manajemen PSIM Jogjakarta tidak mau melepas pelatih asal Kabupaten Malang tersebut. Aji pun sangat menghormati kontraknya bersama PSIM dan ingin fokus mengantarkan tim berjuluk Laskar Mataram tersebut ke Liga 1.
”Jujur saya sangat tersanjung dengan tawaran Persebaya. Bagaimana pun juga, saya memiliki ikatan emosional yang begitu dekat dengan Persebaya. Tapi, saya terikat kontrak dengan PSIM dan saya menghormati kontrak tersebut,” kata Aji kepada Jawa Pos (18/8).
Photo
Persebaya Surabaya
Mantan Kapten Persebaya itu menyebut manajemen Persebaya sebenarnya sangat serius menawari dirinya bergabung. Proses pendekatan dilakukan sejak Persebaya memecat Djajang Nurjaman.
Ketika PSIM dijamu Persis Solo di Stadion Wilis, Madiun, 16 Agustus 2019 lalu, Manajer Persebaya Candra Wahyudi datang menonton laga tersebut. Candra tidak sendirian. Dia didampingi tiga orang lainnya di manajemen Persebaya. ”Mereka minta bertemu. Tapi, karena situasi tidak memungkinkan, mereka mengikuti perjalanan saya ke Jogja,” terang Aji.
Manajemen Persebaya dan Aji akhirnya bertemu di Kota Gudeg malam itu. Pertemuan bahkan sampai pukul 03.00 WIB. Namun, mantan pelatih Persela Lamongan tersebut tidak bisa berbuat banyak. Sebab, dirinya masih berstatus pelatih PSIM.
Manajemen Persebaya sempat menyodorkan opsi transfer. Kepada manajemen Persebaya, Aji pun menyarankan agar mereka melakukan pembicaraan dengan manajemen PSIM.
Pembicaraan itu tersebut telah dilakukan. Dan menurut Aji, manajemen PSIM memutuskan mempertahankan dirinya. Bersama Aji, Laskar Mataram -julukan PSIM- ingin merealisasikan target lolos ke Liga 1. Aji menegaskan manajemen PSIM sangat serius dengan target tersebut.
Keseriusan itu ditunjukkan dengan merekrut tujuh pemain sekaligus untuk menghadapi putaran kedua Liga 2 musim 2019 ini.
Tujuh pemain itu kemarin diperkenalkan ke publik. Mereka antara lain Witan Sulaeman, Sutanto Tan, Hendra Wijaya, Syaiful Indra Cahya, Saldi Amirudin, Ahmad Mahrus Bahtiar, dan Nugroho Fatchur Rochman. Ketujuh pemain tersebut juga langsung mengikuti latihan di bawah arahan Aji kemarin sore.
”Fokus saya saat ini bersama PSIM. Saya mohon maaf kepada Persebaya dan masyarakat Surabaya karena tidak bisa menerima tawaran ini. Saya harus menghormati kontrak saya bersama PSIM,” ujar Aji.
Sebelumnya, kepada Jawa Pos, Candra Wahyudi memilih menutup mulut soal negosiasi dengan Aji. Dia juga enggan memberi bocoran siapa pelatih yang diincar Persebaya. Namun yang jelas, dia ingin fokus merekrut pelatih dulu. Lalu mulai memburu pemain. ''Mau (pelatih) lokal atau asing, yang penting memenuhi regulasi,” ucap Candra.
Dengan gagalnya perekrutan Aji, Persebaya masih akan dipimpin pelatih karteker Bejo Sugiantoro saat bertandang ke markas Badak Lampung besok sore.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
