Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Maret 2019 | 23.05 WIB

Aremania Nyanyikan Chant Bernada Rasis, Kapten Arema FC Beri Teguran

Hamka Hamzah kecewa dengan sikap Aremania yang masih rasis. - Image

Hamka Hamzah kecewa dengan sikap Aremania yang masih rasis.


JawaPos.com - Kapten Arema FC Hamka Hamzah kecewa berat dengan sikap sebagian Aremania yang masih saja menyanyikan chant bernada rasis. Menurut Hamka, Arema FC bisa jauh dari rezeki saat suporter setia mereka masih saja bersikap rasis.


Tindakan kurang terpuji dari suporter Arema FC itu terdengar saat menghadapi Bhayangkara FC di babak 8 besar Piala Presiden, Sabtu (30/3) di Stadion Patriot Candrabhaga. Di babak pertama, nyanyian itu memang belum terdengar. Tapi setelah jeda pertandingan hingga berakhirnya babak kedua, chant-chant bernada rasis itu beberapa kali terdengar dari arah tribune selatan yang diisi banyak Aremania.


Tindakan kurang terpuji itu disesali oleh pemain sekaligus kapten Arema FC, Hamka Hamzah. Bahkan, ketika pertandingan masih berlangsung, mantan pemain PSM Makassar itu sempat berteriak menegur ribuan suporter yang ada di tribune selatan Stadion Patriot Candrabhaga. Dia juga sempat menyilangkan kedua tangannya, sebagai tanda agar Aremania menghentikan chant-chant rasis.


Tindakan Hamka itu mendapat dukungan dari bek tengah Arema FC Arthur Cunha da Rocha. Keduanya sempat menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan suporternya sendiri. Mereka kecewa, karena saat timnya menang telak, tetap saja ada chant-chant rasis bergema di dalam stadion.


Ditemui Jawa Pos usai pertandingan, Hamka mengakui cukup kecewa dengan apa yang dilakukan oleh suporter Arema FC tersebut. Dia pun terpaksa menegur keras Aremania.


’’Ya karena sudah tidak ada lagi dunia suporter itu saling ejek. Walaupun Aremania suporter saya sendiri, kalau salah ya ditegur,’’ tegasnya.


Dia menuturkan, bisa jadi keringnya prestasi Arema FC dalam dua tahun terakhir mungkin karena tindakan suporternya yang kurang terpuji. Hamka mengistilahkan Singo Edan jauh dari rezeki mungkin gara-gara chant-chant rasis tersebut.


’’Tapi setelah saya berikan kode, Alhamdulillah teman-teman Aremania melihat dan berhenti (nyanyi chant rasis). Fokus memberi semangat ke tim lagi,’’ paparnya.


Pemain 35 tahun itu menuturkan ini bukan kali pertama dirinya melakukan edukasi kepada suporter. Dia kerap turun langsung berdiskusi dengan Aremania agar tidak melakukan tindakan rasis lagi. ’’Di media sosial pun saya juga sering bilang agar sudahi saja permusuhan itu, tidak penting. Fokus ke sepak bola saja,’’ ucapnya.


Sebab, dia melihat saat ini sepak bola Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Menuju ke prestasi yang selama ini dirindukan masyarakat Indonesia. ’’Kalau sepak bola lebih baik, suporternya kenapa tidak? Kalau baik kan bagus. Kan akhirnya Timnas bisa berprestasi juga,’’ harapnya. 

Editor: Agus Dwi W
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore