
Hamka Hamzah kecewa dengan sikap Aremania yang masih rasis.
JawaPos.com - Kapten Arema FC Hamka Hamzah kecewa berat dengan sikap sebagian Aremania yang masih saja menyanyikan chant bernada rasis. Menurut Hamka, Arema FC bisa jauh dari rezeki saat suporter setia mereka masih saja bersikap rasis.
Tindakan kurang terpuji dari suporter Arema FC itu terdengar saat menghadapi Bhayangkara FC di babak 8 besar Piala Presiden, Sabtu (30/3) di Stadion Patriot Candrabhaga. Di babak pertama, nyanyian itu memang belum terdengar. Tapi setelah jeda pertandingan hingga berakhirnya babak kedua, chant-chant bernada rasis itu beberapa kali terdengar dari arah tribune selatan yang diisi banyak Aremania.
Tindakan kurang terpuji itu disesali oleh pemain sekaligus kapten Arema FC, Hamka Hamzah. Bahkan, ketika pertandingan masih berlangsung, mantan pemain PSM Makassar itu sempat berteriak menegur ribuan suporter yang ada di tribune selatan Stadion Patriot Candrabhaga. Dia juga sempat menyilangkan kedua tangannya, sebagai tanda agar Aremania menghentikan chant-chant rasis.
Tindakan Hamka itu mendapat dukungan dari bek tengah Arema FC Arthur Cunha da Rocha. Keduanya sempat menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan suporternya sendiri. Mereka kecewa, karena saat timnya menang telak, tetap saja ada chant-chant rasis bergema di dalam stadion.
Ditemui Jawa Pos usai pertandingan, Hamka mengakui cukup kecewa dengan apa yang dilakukan oleh suporter Arema FC tersebut. Dia pun terpaksa menegur keras Aremania.
’’Ya karena sudah tidak ada lagi dunia suporter itu saling ejek. Walaupun Aremania suporter saya sendiri, kalau salah ya ditegur,’’ tegasnya.
Dia menuturkan, bisa jadi keringnya prestasi Arema FC dalam dua tahun terakhir mungkin karena tindakan suporternya yang kurang terpuji. Hamka mengistilahkan Singo Edan jauh dari rezeki mungkin gara-gara chant-chant rasis tersebut.
’’Tapi setelah saya berikan kode, Alhamdulillah teman-teman Aremania melihat dan berhenti (nyanyi chant rasis). Fokus memberi semangat ke tim lagi,’’ paparnya.
Pemain 35 tahun itu menuturkan ini bukan kali pertama dirinya melakukan edukasi kepada suporter. Dia kerap turun langsung berdiskusi dengan Aremania agar tidak melakukan tindakan rasis lagi. ’’Di media sosial pun saya juga sering bilang agar sudahi saja permusuhan itu, tidak penting. Fokus ke sepak bola saja,’’ ucapnya.
Sebab, dia melihat saat ini sepak bola Indonesia menuju ke arah yang lebih baik. Menuju ke prestasi yang selama ini dirindukan masyarakat Indonesia. ’’Kalau sepak bola lebih baik, suporternya kenapa tidak? Kalau baik kan bagus. Kan akhirnya Timnas bisa berprestasi juga,’’ harapnya.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
