
Ilustrasi penggeledahan kantor PSSI
JawaPos.com - Serpihan kertas yang ditemukan Satgas Antimafia Bola Polri di kantor PT. Liga Indonesia merupakan upaya pemusnahan barang bukti. Hal itu diketahui setelah satgas memeriksa sejumlah saksi yang merupakan karyawan di kantor tersebut.
"Sudah dikonfirmasi kepada para saksi dan saksi sudah mengiyakan. Saat sebelum tim ini masuk mereka ada di dalam dan sesegera mungkin melakukan itu (dihancurkan)," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Universitas Indonesia, Depok, Senin (4/1).
Belum diketahui pasti apakah penghancuran dokumen itu merupakan insiatif atau suruhan seseorang. "Ini kita dalami dulu, yang jelas perbuatan ada kesengajaan untuk hilangkan dokumen," ungkapnya.
Namun yang menarik adalah, dokumen yang dihancurkan dengan mesin itu merupakan laporan keuangan klub besar ibu kota. "Dokumen keuangan dari Persija. Tentang apa itu, kita dalami lagi kenapa dihancurkan," tegas Syahar.
Belum diketahui pula, laporan keuangan tahun berapa. Untuk itu, Satgas Antimafia Bola berencana memeriksa manajemen Persija terkait temuan ini. "Tidak menutup kemungkinan (managemen Persija dipanggil)," sebut mantan penyidik itu.
Soal apakah upaya penghilangan laporan keuangan Persija ada kaitannya dengan pernyataan tersangka Vigit Waluyo, Syahar tidak mau berspekulasi. Dia hanya mengatakan bahwa semua laporan pengaduan terkait adanya permainan mafia bola akan dalami.
Untuk itu, penggeledahan yang berlangsung beberapa hari kemarin di emlat tempat dalam rangka memperkuat proses penyidikan alat bukti.
Sebelumnya, Vigit Waluyo memberikan keterangan pers setelah dia diperiksa oleh Satgas Antimafia Bola. Kepada awak media, fia mengaku berperan aktif dalam kasus match fixing di Liga 2 2018 dan sedikit memberikan komentar tentang juara Liga 1 2018 yang diraih Persija Jakarta.
"Ya bisa jadi mereka juara itu sudah di-setting karena sesuai dengan yang saya sebutkan, siapa yang main di awal dan di akhir," kata Vigit, Kamis (24/1).
Sekadar informasi, penyidik Satgas Antimafia Bola Polri menemukan kertas yang sudah dihancurkan di kantor PT. Liga Indonesia. Hal itu diketahui ketika mereka melakukan penggeledahan pada Jumat lalu.
Adapun penggeledahan bukan hanya di kantor PT. Liga Indonesia di Rasuna Office Park. Namun juga di kantor PT. Gelora Trisula Semesta di Menara Rajawali lantai 11, Kawasan Mega Kuningan.
Penggeledahan ini dilakukan setelah penyidik mendapat informasi dari saksi dan tersangka yang sudah ditahan bahwa ada dokumen diduga terkait tindak pidana pengaturan skor dipindahkan ke dua kantor diduga milik Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono tersebut.
Adapun informasi yang didapat dari para saksi dan tersangka, pemindahan dokumen itu merupakan perintah Jokdri. "(Dokumen yang dihancurkan di kantor PT. Liga. Yang bawa dokumen untuk pindah ke situ Jokdri dan Papat (Anggota Exco PSSI, Papat Yunisal)," kata Syahar beberapa waktu lalu.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
