
Yuli Sumpil menegaskan tak pernah berniat untuk mengajukan banding atas hukuman Komdis kepada dirinya.
JawaPos.com - Dirigen Aremania, Yuli Sumpil menegaskan bila dirinya tidak akan melakukan banding atas hukuman larangan ke stadion seumur hidup yang telah diberikan Komisi Disiplin PSSI. Meskipun, manajemen Arema FC menawarkan untuk membantu pengajuan banding kepada PSSI.
Pria yang mempunyai nama asli Yuli Sugianto itu menyampaikan, dia tak pernah berniat melakukan banding atas hukuman yang diterima. Meskipun begitu, dia mengucapkan terimakasih atas tawaran yang diberikan oleh manajemen Arema FC.
"Terima kasih atas upaya manajemen. Ini semua inisiatif manajemen dan Aremania. Saya tidak minta," ujarnya.
Dia menambahkan, sejak awal dirinya memang tidak ingin mengungkapkan protes atas sanksi tersebut. Menurutnya, hal itu akan menimbulkan reaksi dari para Aremania.
Dia menganggap pemberian sanksi tersebut sudah menjadi lika-liku perjalanan hidupnya sebagai seorang suporter. "Karena saya yakin, setiap perjalanan saya ada campur tangan Tuhan. Saya tidak pernah ramai di medsos, saya tidak bilang PSSI ini adil atau tidak," kata dia.
Bahkan, sejak awal pemberian sanksi, dia tidak pernah sekalipun bertemu dengan manajemen. "Saya juga tidak ingin bertemu manajemen. Karena saya berpikir, mereka mungkin ada urusan lain yang lebih penting untuk Arema ketimbang mengurusi saya. Itu lebih penting," jelasnya.
Yuli mengaku akan menerima apa pun hasil banding nantinya. "Karena ini garis perjalanan saya sebagai Aremania. Yang jelas, Arema ada di dalam hati sampai mati," tegasnya.
Sebagai informasi, Yuli Sumpil sedang menjalani sanksi hukuman larangan masuk ke stadion seumur hidup. Sanksi dijatuhkan Komdis PSSI kepada Yuli karena terbukti memprovokasi pemain Persebaya Surabaya pada putaran kedua Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, beberapa waktu lalu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
