Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2023 | 00.25 WIB

Manajemen Persebaya dan Persija Satu Suara, yang Datang Bukan Bonek tapi Penonton Umum

RUKUN DAN DAMAI: Pendukung Persebaya Surabaya dan pendukung Persija Jakarta membaur di tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat Persija menjamu Persebaya Minggu (30/7) malam lalu. - Image

RUKUN DAN DAMAI: Pendukung Persebaya Surabaya dan pendukung Persija Jakarta membaur di tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat Persija menjamu Persebaya Minggu (30/7) malam lalu.

JawaPos.com - Puluhan pendukung Persebaya Surabaya tadi malam hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Mereka ditempatkan di tribun atas.

Bahkan, sebelum laga Persija Jakarta kontra Green Force –julukan Persebaya– dimulai, mereka sempat menyanyikan lagu dukungan untuk tim kebanggaannya. Meski demikian, pihak Persebaya membantah bahwa mereka adalah suporter Persebaya.

Fans Relation Manager Persebaya Surabaya Sidik Tualeka meminta publik untuk tidak menggunakan diksi ’’suporter’’. Sebab, suporter tim tamu dilarang datang dalam laga tandang.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menerbitkan regulasi larangan itu. ’’Ini teman-teman warga negara Indonesia (WNI) datang dari Surabaya ingin menyaksikan partai yang luar biasa ini. Menurut mereka, ini laga yang sangat istimewa. Jadi, tidak ada kaitannya dengan suporter. Mereka penonton,’’ jelas Tualeka di SUGBK tadi malam.

Tualeka menambahkan, mereka datang dari Surabaya karena sudah mendapatkan kepastian bisa masuk ke stadion. ’’Saya memastikan mereka datang dengan kemampuan kognitif dan ekonomi yang sangat bagus. Sehingga mereka mampu mengorganisasi diri mereka. Bukan suporter liar yang tidak bisa kondusif. Mereka bisa menjaga kondusivitas pertandingan,’’ tegasnya.

Security Officer Persija Hiro Paath membenarkan pernyataan Tualeka. Mereka yang datang ke SUGBK tadi malam adalah penonton sah. Mereka punya tiket.

’’Artinya, mereka membeli dan datang sebagai penonton biasa. Karena sudah punya tiket, kami tidak bisa melarang mereka datang. Itu hak mereka,’’ ujar Hiro.

’’Mereka datang dengan aturan yang berlaku. Mereka tidak boleh menggunakan atribut. Ketika di dalam, aturannya mereka adalah penonton biasa. Bukan mewakili suporter Persebaya,’’ imbuh Hiro.

Meski demikian, Hiro paham sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI tetap mengintai. ’’Sanksi hukuman dari Komdis PSSI pasti ada. Tapi, kalau itu ketahuan ya. Artinya, kalau ketahuan memang mereka mewakili suporter Persebaya,’’ ucapnya. (fiq/c17/ali)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore