
Harry Kane memenangkan Ballon d’Or 2026 setelah perjalanan panjang dari akademi Tottenham hingga menjadi mesin gol Bayern Munich. (Istimewa)
JawaPos.com - Sembilan tahun lalu, Harry Kane hanya bisa berdiri di belakang London Palladium sambil memandangi para pemain terbaik dunia menerima penghargaan. Saat itu, ia bermimpi suatu hari bisa berada di antara mereka, diakui sebagai salah satu pesepak bola terbaik di planet ini.
Pada ajang The Best FIFA Football Awards 2017, Cristiano Ronaldo membawa pulang penghargaan tertinggi kategori pria. Lionel Messi, Neymar, Sergio Ramos, dan Gianluigi Buffon juga menjadi bagian dari jajaran bintang yang mendapat pengakuan atas pencapaian mereka.
Kane sendiri masuk dalam daftar 24 nominasi Pemain Pria Terbaik FIFA, tetapi hanya menempati posisi ke-24. Ia masih jauh dari status superstar global yang selama ini menjadi impiannya.
Namun, Kane tidak pernah berhenti mengejar target tersebut. Pada Senin, 2026, ia kembali berdiri di panggung penghargaan bergengsi di London. Kali ini, bukan sebagai penonton yang menatap penuh harap, melainkan sebagai pemenang Ballon d’Or 2026.
Striker Bayern Munich itu mengungguli Kylian Mbappé dan Lamine Yamal untuk meraih penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola. Ia sekaligus menjadi pemain Inggris pertama sejak Michael Owen pada 2001 yang memenangkan Ballon d’Or.
Perjalanan tersebut menjadi bukti bahwa ambisi besar, konsistensi, dan kerja keras bisa mengubah seorang pemain yang sempat dipandang sebelah mata menjadi bagian dari elite sepak bola dunia.
1. Memulai dari Akademi Tottenham dan Menjalani Masa Peminjaman
Melansir ESPN, perjalanan Kane menuju puncak tidak berlangsung instan. Ia bergabung dengan akademi Tottenham Hotspur pada usia 11 tahun dan menghabiskan masa mudanya untuk mengembangkan kemampuan sebagai penyerang.
Sebelum mendapatkan tempat di tim utama Spurs, Kane harus menjalani beberapa masa peminjaman. Ia pernah memperkuat Leyton Orient, Millwall, Norwich City, dan Leicester City.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022