
Getafe memburu kemenangan perdana di fase liga UEFA Conference League 2026/2027 saat menjamu Lugano. Wakil Swiss itu datang dengan kepercayaan diri setelah menang pada laga pembuka. (Dok. Getafe)
JawaPos.com - Getafe menghadapi tantangan dari Lugano dalam lanjutan fase liga UEFA Conference League 2026/2027. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Coliseum, Jumat dini hari WIB (23/10/2026), dengan waktu kick-off pukul 23.45 WIB pada Kamis malam.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Getafe memburu kemenangan perdana di fase liga. Namun, tim asal Spanyol itu perlu mewaspadai performa Lugano yang menunjukkan tren positif.
Getafe mengawali fase liga dengan hasil imbang 1-1 melawan Universitatea Craiova. Hasil tersebut membuat mereka harus berusaha lebih keras untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Situasi Getafe juga belum sepenuhnya meyakinkan di kompetisi domestik. Pada pertandingan terakhir La Liga, mereka bermain imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano. Hasil itu menunjukkan bahwa Getafe masih perlu meningkatkan efektivitas permainan, terutama dalam memaksimalkan peluang.
Meski demikian, pengalaman bermain di kompetisi Eropa dan dukungan suporter bisa menjadi modal penting bagi skuad asuhan Jose Bordalas. Borja Mayoral juga berpeluang menjadi salah satu opsi di lini depan untuk membantu membongkar pertahanan lawan.
Di sisi lain, Lugano memiliki modal berharga setelah mengalahkan Crvena Zvezda dengan skor 3-2 pada pertandingan pertama fase liga. Kemenangan tersebut menjadi dorongan bagi wakil Swiss itu menjelang lawatan ke Spanyol.
Lugano juga menunjukkan hasil positif di kompetisi domestik. Mereka menang 4-0 atas Luzern pada 10 Oktober 2026 dan memiliki sejumlah hasil meyakinkan dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Catatan tersebut membuat Lugano berpotensi merepotkan Getafe, meski harus bermain di kandang lawan. Mereka bisa memanfaatkan kecepatan transisi dan pergerakan pemain depan untuk mencari celah di pertahanan tuan rumah.
Getafe perlu menjaga organisasi lini belakang agar tidak memberi ruang bagi Lugano untuk melancarkan serangan cepat. Konsentrasi sepanjang pertandingan juga akan menjadi faktor penting bagi kedua tim.
Getafe diperkirakan mengandalkan permainan yang mengutamakan kedisiplinan dan duel fisik. Dalam pertandingan terakhir melawan Rayo Vallecano, mereka menggunakan formasi 4-4-2. Skema serupa berpeluang kembali digunakan untuk menjaga keseimbangan antara pertahanan dan serangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri
Prediksi Al Ittihad vs Al Ain di ACL Elite, Tuan Rumah Lebih Diunggulkan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022