
Toko resmi klub Ligue 1 Marseille dan Lille dijarah. (@ActuL1/X).
JawaPos.com - Dua klub sepak bola Prancis, Olympique de Marseille dan Lille OSC, melaporkan penjarahan serta perusakan toko resmi mereka saat kerusuhan melanda sejumlah wilayah di Prancis pada 17 hingga 18 Oktober. Insiden itu menyebabkan kerusakan properti dan memaksa kedua klub menutup sementara toko mereka.
Kerusuhan terjadi di tengah gelombang protes masyarakat terhadap kenaikan harga dan penurunan kualitas layanan publik. Situasi itu menjadi salah satu periode kerusuhan terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir dengan ribuan orang ditangkap serta sejumlah toko dijarah atau dirusak.
Olympique de Marseille mengecam keras penjarahan yang menargetkan toko resmi mereka di La Canebiere, jalan utama bersejarah di pusat Kota Marseille. Melalui pernyataan resminya pada Senin (19/10), Marseille juga menyampaikan solidaritas kepada Puma sebagai mitra yang mengoperasikan toko tersebut.
Baca Juga:Demonstrasi di Prancis Berubah Jadi Kericuhan, Toko Fashion Mewah hingga Supermarket Dijarah
“Olympique de Marseille mengecam sekeras-kerasnya tindakan kekerasan dan penjarahan yang menargetkan toko resmi mereka di La Canebiere serta menyampaikan solidaritas kepada mitranya, Puma, yang mengoperasikan toko tersebut," tulis pernyataan klub dikutip dari X.
Marseille menjelaskan bahwa insiden itu menyebabkan kerusakan properti yang cukup parah sehingga toko harus ditutup sementara waktu untuk umum. Meskipun demikian, para pendukung masih dapat mengunjungi toko resmi Marseille lainnya di kota tersebut. Klub juga berjanji akan memberikan informasi terbaru kepada para penggemar setelah situasi memungkinkan toko tersebut beroperasi kembali.
Sementara itu, Lille mengalami kejadian serupa di toko resminya yang terletak di Rue Faidherbe, kawasan pusat kota. Insiden penjarahan dan perusakan berat terjadi pada Sabtu (17/10) sehingga toko tersebut harus ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Baca Juga:1.800 Orang Ditangkap dalam Kerusuhan Prancis, Gedung Balai Kota Berusia 143 Tahun Pun Dibakar
Melalui pernyataan resminya pada Minggu (18/10), Lille menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang memberikan bantuan setelah insiden tersebut. Klub secara khusus berterima kasih kepada para karyawan toko, pendukung, serta masyarakat yang turut membantu tanpa memandang apakah mereka penggemar sepak bola atau bukan.
“LOSC juga ingin mengucapkaan salam dan berterima kasih kepada semua orang yang telah memberikan dukungan selama beberapa jam terakhir, terutama para karyawan toko kami, serta para pejalan kaki, baik penggemar maupun bukan, yang secara spontan menawarkan bantuan, uluran tangan, dan dukungan moral," tulis pernyataan Lille dikutip dari akun X resminya.
Di tengah situasi itu, otoritas Marseille memberlakukan larangan pertemuan publik dan demonstrasi di seluruh kota pada Senin (19/10). Kebijakan itu diterapkan setelah aksi protes berujung pada kekerasan dan penjarahan. Larangan tersebut berlaku mulai pukul 12.00 hingga 20.00 waktu setempat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022