
Manchester City gagal menghindari kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain meski Erling Haaland mencetak dua gol pada babak kedua. Enzo Maresca menilai timnya kehilangan keseimbangan setelah kebobolan dua gol beruntun. (Bein Sports)
JawaPos.com - Manchester City harus memetik pelajaran setelah kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027. Kekalahan di Etihad Stadium, Kamis (15/10/2026) dini hari WIB, menjadi hasil negatif pertama The Citizens di bawah asuhan Enzo Maresca.
Manchester City kesulitan menghadapi tekanan PSG pada babak pertama. Tim asuhan Maresca tertinggal tiga gol tanpa balas setelah Désiré Doué, Ousmane Dembélé, dan Vitinha bergantian mencatatkan nama di papan skor.
Manchester City berusaha bangkit selepas jeda. Erling Haaland mencetak dua gol yang sempat memberikan harapan bagi tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan. Namun, gol Maghnes Akliouche pada menit ke-62 membuat upaya kebangkitan City semakin berat. PSG akhirnya mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
Meskipun kalah, Maresca menilai pertandingan melawan PSG memberikan banyak pelajaran penting bagi timnya. Ia menegaskan bahwa Manchester City harus tetap menjalankan rencana permainan dengan benar, bahkan ketika menghadapi lawan sekelas PSG.
"Dari pertandingan malam ini, kami bisa mempelajari banyak hal. Bahkan ketika kebobolan dua gol melawan tim terbaik di Eropa, kami harus tetap melakukan hal-hal yang benar," ujar Maresca.
Pelatih asal Italia itu mengaku Manchester City kehilangan keseimbangan setelah kebobolan dua gol dalam waktu berdekatan. Situasi tersebut membuat para pemain kesulitan menjaga jarak antarlini dan mengembangkan permainan sesuai rencana.
"Kami kebobolan gol pertama, lalu satu menit kemudian kebobolan gol kedua. Melawan tim seperti ini, situasinya sudah sulit bahkan ketika skor masih 0-0. Ketika kebobolan dua gol dalam dua menit, kami sedikit kehilangan keseimbangan dan jarak antarpemain," kata Maresca, dikutip dari situs resmi klub.
Meski demikian, Maresca menilai penampilan Manchester City membaik pada babak kedua setelah ia melakukan sejumlah pergantian pemain dan penyesuaian taktik. The Citizens mampu memberikan tekanan lebih besar kepada PSG dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Namun, peningkatan itu belum cukup untuk membalikkan keadaan.
"Kami sempat kesulitan, tetapi di babak kedua kami melakukan perubahan, menyesuaikan beberapa hal, dan performa kami menjadi jauh lebih baik," ujar Maresca.
Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Maresca tetap melihat perkembangan positif dari permainan timnya. Ia bahkan mengaku menyukai tantangan menghadapi PSG karena memahami karakter permainan tim asuhan Luis Enrique.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022