
Vincent Kompany meluapkan kekecewaannya setelah Michael Olise menerima kartu merah saat Bayern Munchen menghadapi Viking FK. Insiden tersebut mengubah momentum pertandingan dan membuat Bayern kehilangan keunggulan. (Instagram/@vincentkompany)
JawaPos.com - Michael Olise kerap menjadi pembeda bagi Bayern Munchen berkat kemampuan individunya. Namun, dalam pertandingan melawan Viking FK kali ini, pemain asal Prancis tersebut justru menjadi salah satu penyebab timnya kehilangan kendali permainan.
Olise melakukan tindakan yang berujung kartu merah pada menit ke-74. Sebelumnya, ia sudah mengantongi kartu kuning. Dalam situasi yang diwarnai frustrasi, Olise melempar bola ke wajah pemain Viking FK setelah melakukan pelanggaran yang tidak perlu.
Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Bayern yang sebelumnya berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol dan membalikkan keadaan harus menghadapi sisa laga dengan 10 pemain.
Situasi yang semula berada dalam kendali tim Bavaria pun berubah. Viking kembali mendapatkan momentum, mencetak gol pada menit-menit akhir, dan membuat Bayern kehilangan keunggulan yang telah mereka perjuangkan dengan susah payah.
Melansir Bavarian Football, pelatih Bayern, Vincent Kompany, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap tindakan Olise. Ia mengakui bahwa sang pemain terkadang menjadi sasaran provokasi lawan, tetapi menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dijadikan pembenaran.
“Michael adalah pemain yang selalu bisa diprovokasi oleh lawan, tetapi itu bukan alasan,” kata Kompany dalam wawancara pasca pertandingan.
“Ini 100 persen kesalahannya. Dia juga tahu itu. Anda tidak bisa mengatakan Anda pantas memenangkan pertandingan ketika Anda membuat keputusan individu seperti itu, meskipun menurut saya kami tidak bermain buruk. Kami tidak pantas menang karena kami melakukan kesalahan yang seharusnya tidak terjadi.”
Baca Juga:Brace Harry Kane Tak Cukup, Kartu Merah Michael Olise Bantu Viking Tahan Bayern Munchen 3-3
Pernyataan Kompany memperlihatkan bahwa ia menilai tindakan individu seperti itu bisa berdampak besar terhadap hasil akhir. Menurutnya, Bayern tidak bisa mengklaim layak menang ketika mereka melakukan kesalahan yang seharusnya dapat dihindari.
Meski mengkritik Olise secara terbuka, Kompany juga menyoroti pentingnya menjaga kedisiplinan ketika pertandingan memasuki fase krusial. Dalam situasi ketika sebuah tim sedang berusaha mempertahankan keunggulan, kehilangan satu pemain dapat mengubah pendekatan permainan secara drastis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022