
Tendangan bebas pemain North London Legends Jermaine Pennant yang mebuahkan gol ke gawang United Legends saat pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Legenda Arsenal, Thierry Henry, mengungkap alasan tidak bermain saat menghadapi Manchester United Legends dalam laga ekshibisi bertajuk The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/10).
Arsenal Legends menang atas Man United Legends dengan skor tipis 3-2. Pertandingan tersebut cukup memanjakan mata karena penonton melihat langsung para legenda dari kedua tim raksasa Inggris tersebut.
Hanya saja, Henry tidak bermain bersama rekan-rekannya di Arsenal Legends. Ia hanya duduk di bangku cadangan dan bertugas menjadi pelatih bagi para rekan-rekannya yang tampil di lapangan.
"Sederhana saja: otot hamstring saya maunya jadi pelatih. Jadi itu keputusan yang sangat mudah. Tubuh saya memberi sinyal bahwa saya harus melakukannya. Saya baru saja bermain di laga testimonial Robert Pires dan mengalami sedikit cedera," kata Henry dalam konferensi pers usai laga, Sabtu (10/10).
"Jadi, saya tetap ingin berada di sini, ingin hadir dan melihat Jakarta serta semua orang di sini, tetapi hamstring saya menyarankan bahwa sebaiknya saya berada di bangku cadangan," sambungnya.
Lebih lanjut, Henry mengungkapkan pesan yang disampaikannya kepada para pemain Arsenal Legends saat menghadapi Man United Legends. Sambil bercanda, ia meminta rekan-rekannya untuk tidak sampai menelan kekalahan dari rival mereka.
"Jangan kalah, jangan kalah! Tidak, di luar bercanda, ini soal mendengarkan kondisi tubuh Anda, yang sayangnya menjadi kendala bagi kami di usia sekarang. Kami mencoba mencari tahu siapa yang bisa berlari membuka ruang di belakang, siapa yang bisa menahan bola, dan siapa yang bisa bertahan," jelas Henry.
Henry juga menekankan pentingnya menjaga penguasaan bola dan mempertahankan kerapatan formasi agar Arsenal Legends tidak mudah dieksploitasi oleh Man United Legends. Menurutnya, kondisi fisik para pemain yang tak lagi muda serta cuaca yang lembap membuat tim harus bermain lebih disiplin.
"Namun fokus utamanya adalah jangan kehilangan bola. Karena dalam laga seperti ini, saat Anda kehilangan bola dan permainan mulai merenggang, situasinya akan menjadi terlalu terbuka. Saya paham temponya mungkin tidak secepat yang ingin Anda saksikan, tapi udara di luar sana sangat lembap dan orang-orang ini sudah tidak bisa berlari seperti dulu lagi, jadi kami harus menjaga kerapatan formasi tim," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ketua Komisi II DPR Usulkan Gaji PNS lewat Koperasi Hanya untuk Pegawai Pusat
Tak Hanya Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah
Prediksi Skor Estudiantes vs Flamengo: Panas Menuju Final Copa Libertadores
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante: Granotes Paksa Tuan Rumah Berbagi Poin
Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs Arema FC: Singo Edan Kembali ke Jalur Kemenangan
Prediksi Skor Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga: Lini Pertahanan Rapuh Jadi Ancaman Tuan Rumah
KPK Terima Pengembalian Uang Rp 800 Juta dari Hercules Berkaitan Kasus Suap HGB Summarecon
Prediksi Skor Le Mans vs Toulouse: Duel Seru Tim Papan Bawah Demi Lolos Zona Degradasi
Prediksi Skor Garudayaksa vs Arema FC: Produktivitas Singo Edan Jadi Ancaman Bagi Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022