Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Oktober 2026 | 06.19 WIB

Absen di Laga Arsenal Legends vs Man United Legends, Thierry Henry: Otot Saya Maunya Jadi Pelatih!

Tendangan bebas pemain North London Legends Jermaine Pennant yang mebuahkan gol ke gawang United Legends saat pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Tendangan bebas pemain North London Legends Jermaine Pennant yang mebuahkan gol ke gawang United Legends saat pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (9/10/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Legenda Arsenal, Thierry Henry, mengungkap alasan tidak bermain saat menghadapi Manchester United Legends dalam laga ekshibisi bertajuk The Rivalry Returns di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (10/10).

Arsenal Legends menang atas Man United Legends dengan skor tipis 3-2. Pertandingan tersebut cukup memanjakan mata karena penonton melihat langsung para legenda dari kedua tim raksasa Inggris tersebut.

Hanya saja, Henry tidak bermain bersama rekan-rekannya di Arsenal Legends. Ia hanya duduk di bangku cadangan dan bertugas menjadi pelatih bagi para rekan-rekannya yang tampil di lapangan.

"Sederhana saja: otot hamstring saya maunya jadi pelatih. Jadi itu keputusan yang sangat mudah. Tubuh saya memberi sinyal bahwa saya harus melakukannya. Saya baru saja bermain di laga testimonial Robert Pires dan mengalami sedikit cedera," kata Henry dalam konferensi pers usai laga, Sabtu (10/10).

"Jadi, saya tetap ingin berada di sini, ingin hadir dan melihat Jakarta serta semua orang di sini, tetapi hamstring saya menyarankan bahwa sebaiknya saya berada di bangku cadangan," sambungnya.

Lebih lanjut, Henry mengungkapkan pesan yang disampaikannya kepada para pemain Arsenal Legends saat menghadapi Man United Legends. Sambil bercanda, ia meminta rekan-rekannya untuk tidak sampai menelan kekalahan dari rival mereka.

"Jangan kalah, jangan kalah! Tidak, di luar bercanda, ini soal mendengarkan kondisi tubuh Anda, yang sayangnya menjadi kendala bagi kami di usia sekarang. Kami mencoba mencari tahu siapa yang bisa berlari membuka ruang di belakang, siapa yang bisa menahan bola, dan siapa yang bisa bertahan," jelas Henry.

Henry juga menekankan pentingnya menjaga penguasaan bola dan mempertahankan kerapatan formasi agar Arsenal Legends tidak mudah dieksploitasi oleh Man United Legends. Menurutnya, kondisi fisik para pemain yang tak lagi muda serta cuaca yang lembap membuat tim harus bermain lebih disiplin.

"Namun fokus utamanya adalah jangan kehilangan bola. Karena dalam laga seperti ini, saat Anda kehilangan bola dan permainan mulai merenggang, situasinya akan menjadi terlalu terbuka. Saya paham temponya mungkin tidak secepat yang ingin Anda saksikan, tapi udara di luar sana sangat lembap dan orang-orang ini sudah tidak bisa berlari seperti dulu lagi, jadi kami harus menjaga kerapatan formasi tim," pungkasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore