
Liam Rosenior terlibat kericuhan usai rayakan kemenangan Paris FC 2-1 atas Strasbourg. (@parisfc/Instagram).
JawaPos.com - Pelatih Paris FC Liam Rosenior terlibat kontroversi setelah merayakan kemenangan timnya atas mantan klubnya, Strasbourg. Selebrasi itu memicu kontak fisik antara pemain dan staf kedua tim usai pertandingan Ligue 1 pada Sabtu (19/9) di Stade Jean-Bouin.
Usai kemenangan Paris FC dengan skor 2-1, Liam Rosenior tampak mendatangi area suporter Strasbourg dan melakukan selebrasi di depan para pendukung tim tamu. Rosenior terlihat mengangkat kedua tangannya lalu menepuk-nepuk dada sembari menghadap ke arah suporter Strasbourg setelah wasit meniup peluit panjang.
Situasi kemudian memanas setelah beberapa staf dan pemain berlari menuju lokasi dan terlibat aksi saling dorong. Rosenior sebelumnya sempat menangani Strasbourg selama 18 bulan sebelum bergabung dengan Chelsea dan saat ini menjadi pelatih Paris FC. Dalam wawancara usai laga, Rosenior menjelaskan alasannya melakukan selebrasi tersebut.
Rosenior mengaku mendengar sebagian suporter Strasbourg melontarkan penghinaan yang ditujukan kepada keluarganya. “Ada sebagian kecil suporter Strasbourg yang tidak menghormati keluarga saya. Saya memahami konteks dari apa yang mereka katakan. Bangku cadangan saya terlihat sangat kesal,” kata Rosenior dikutip dari ESPN.
Rosenior menegaskan bahwa pernyataannya tidak ditujukan kepada seluruh suporter Strasbourg. “Saya ingin memperjelas hal ini, hanya sebagian kecil. Strasbourg merupakan klub sepak bola yang luar biasa, dengan orang-orang hebat yang bekerja untuk klub dan orang-orang hebat yang mendukung klub,” ujarnya.
Rosenior lalu mengakui bahwa selebrasinya memang merupakan bentuk pesan kepada kelompok suporter tertentu yang menurutnya tidak pernah menginginkannya meraih kesuksesan selama menangani Strasbourg. “Bagi saya, merayakan dengan cara seperti itu adalah sebuah pesan. Pesan kepada sekelompok orang yang tidak pernah menginginkan saya sukses di klub tersebut. Namun, saya tidak akan mengatakan lebih dari itu,” lanjutnya.
Dalam wawancara dengan Ligue 1+, Rosenior kembali membahas insiden itu. Pelatih berusia 42 tahun itu menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati Strasbourg dan menginginkan klub lamanya itu meraih kesuksesan. “Orang-orang di klub Strasbourg yang mengenal saya tahu bahwa saya selalu menghormati mereka. Saya selalu menginginkan yang terbaik untuk klub itu dan saya masih menginginkan hal yang sama,” kata Rosenior.
Namun, Rosenior menyebut nyanyian yang didengarnya dari tribun telah melewati batas. Rosenior mengatakan dirinya memahami bahasa dan konteks dalam bahasa Prancis sehingga mengetahui makna dari nyanyian yang dilantunkan. “Ketika saya mendengar nyanyian itu, saya memahami bahasa Prancis dan konteksnya. Itu sudah melewati batas,” ujarnya.
Rosenior juga kembali menekankan kedekatannya dengan Strasbourg. Menurutnya, Strasbourg memiliki sejarah dan tradisi yang selalu ia hormati selama berada di sana. “Ini adalah klub sepak bola yang luar biasa, kota yang hebat, dan klub dengan tradisi besar. Saya selalu melindungi tradisi itu. Jadi, bagi saya, merayakan dengan cara yang saya lakukan itu karena banyak alasan. Banyak alasan,” kata Rosenior.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022