
Trofi Liga Champions. (UEFA)
JawaPos.com - Pertandingan fase awal Liga Champions telah digulirkan, dan superkomputer mencoba memprediksi jalannya fase pembuka kompetisi ini.
Raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, sekali lagi menjadi favorit juara dalam upaya mereka meraih gelar ketiga secara berturut-turut di kompetisi elite Eropa tersebut. Namun, mereka akan menghadapi tantangan berat dari tim-tim seperti juara Premier League Arsenal, serta Bayern Munchen, Barcelona, dan Real Madrid.
Namun, bagi banyak klub, fase liga bisa menjadi penentu nasib perjalanan mereka di Liga Champions. Memasuki edisi ketiga sejak UEFA merombak format fase grup lama menjelang musim 2024/2025, setiap hasil pertandingan dapat berdampak signifikan terhadap perjalanan tim dalam kompetisi ini.
Meskipun beberapa tim mendapatkan lawan yang lebih berat di fase liga dibandingkan yang lain, analis data Opta telah menyusun prediksi klasemen akhir; statistik, tingkat kesulitan jadwal, dan ribuan simulasi digunakan untuk memberikan gambaran seakurat mungkin mengenai jalannya tahap awal kompetisi ini.
Sayangnya bagi klub Azerbaijan, Sabah FK, sulit untuk menyanggah prediksi posisi mereka yang berada tepat di atas dasar klasemen. Mereka tidak hanya berkompetisi di Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, tetapi juga harus menghadapi lawan-lawan terberat dibandingkan klub mana pun dalam kompetisi ini. Akibatnya, para analis memperkirakan mereka akan kesulitan, meskipun mereka tidak diprediksi akan menempati posisi juru kunci.
Posisi juru kunci diprediksi menjadi milik Slovan Bratislava, klub yang belum pernah mencapai fase gugur dan diperkirakan hanya akan mengumpulkan 5,8 poin. Sementara itu, LASK berada tepat di belakang klub Ukraina, Shakhtar Donetsk—yang telah menyepakati penggunaan Stamford Bridge milik Chelsea sebagai kandang mereka.
Baca Juga:Prediksi Skor Manchester United vs Sabah di Liga Champions: Setan Merah Pesta Gol di Old Trafford
Feyenoord dihajar 5-1 oleh Barcelona pada pertandingan pertama mereka, jadi tidak mengherankan jika mereka diprediksi finis di peringkat ke-32. Lille juga menelan kekalahan (3-2 di kandang sendiri saat melawan Real Betis), yang membuat harapan mereka terpukul sejak awal; hal serupa berlaku bagi Galatasaray, yang takluk 3-1 dalam laga tandang melawan Sporting.
Di peringkat ke-29, Viking FK berharap reputasi sepak bola Norwegia yang kian meningkat di kancah Eropa dapat membantu mereka tampil melampaui ekspektasi dan mengulangi kejutan Bodo/Glimt yang berhasil menembus fase gugur musim lalu. Mereka diprediksi finis satu tingkat di bawah klub Spanyol, Villarreal, yang mengawali kiprah Eropa mereka dengan kekalahan 3-2 dari Borussia Dortmund.
Prediksi Superkomputer untuk Klasemen Fase Liga UCL (Peringkat 36-28)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Aris Sebut Dua Apartemennya Dipakai Endah Fitrianingsih dan Malik Bawazier Berselingkuh
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022