
Presiden FIFA Gianni Infantino (Bein Sports)
JawaPos.com – FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi setelah rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) memicu penolakan dari UEFA, CONCACAF, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Organisasi tersebut menegaskan bahwa proposal itu masih berada pada tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final.
Berikut 4 alasan utama yang disampaikan FIFA dalam menanggapi kontroversi terkait penjualan saham operasional Piala Dunia, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Sabtu (1/8).
1. Membantah Tuduhan Menjual Sepak Bola
FIFA menegaskan bahwa proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise tidak bertujuan menjual ataupun memprivatisasi Piala Dunia maupun kompetisi internasional lainnya. Organisasi itu menyebut sejumlah pemberitaan telah menimbulkan kesalahpahaman mengenai isi proposal tersebut. FIFA juga memastikan struktur tata kelola organisasi tidak akan berubah meski terdapat investasi dari pihak eksternal.
2. Menjanjikan Dana Lebih Besar bagi Anggota
FIFA menyatakan setiap dari 211 asosiasi anggotanya akan menerima dana pengembangan sebesar USD 20 juta atau sekitar Rp326 miliar melalui Program FIFA Forward periode 2027–2030.
Selain itu, setiap asosiasi juga berpeluang memperoleh tambahan pendanaan sebesar USD 20 juta atau sekitar Rp326 miliar melalui Program FIFA Fast Forward yang didukung investasi eksternal. Menurut FIFA, dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan sepak bola tanpa memengaruhi kepemilikan kompetisi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022