
Ilustrasi sundulan pemain muda. (Istimewa)
JawaPos.com - Como 1907 mengambil langkah baru dalam pembinaan pemain muda dengan menerapkan aturan yang melarang sundulan bagi pesepak bola usia dini di akademi. Kebijakan ini menjadi salah satu yang pertama diterapkan oleh klub sepak bola profesional dan bertujuan untuk melindungi perkembangan otak para pemain muda.
Inisiatif tersebut didorong mantan bek timnas Prancis Raphaal Varane. Juara Piala Dunia 2018 itu kini menjadi anggota Dewan Pendidikan Como 1907 setelah memutuskan pensiun lebih awal akibat cedera.
Varane sebenarnya bergabung dengan Como pada 2024 sebagai pemain. Namun, cedera yang dialaminya membuat dia harus mengakhiri karier sebelum sempat menjalani debut di Serie A.
Sejak bergabung dalam struktur manajemen klub, dia mulai terlibat dalam pengembangan sistem pembinaan pemain muda. Melalui kebijakan terbaru ini, Como 1907 ingin mengurangi risiko benturan kepala yang tidak perlu pada anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Dalam aturan yang diterapkan, pemain akademi berusia di bawah 10 tahun tidak diperbolehkan melakukan sundulan, baik saat latihan maupun pertandingan. Dengan demikian, seluruh permainan udara yang melibatkan sundulan di kelompok usia tersebut dihilangkan.
Tak hanya itu, situasi bola mati seperti tendangan sudut juga mengalami perubahan. Alih-alih mengirim bola ke kotak penalti melalui umpan lambung, sepak pojok akan diganti menjadi lemparan ke dalam dari permukaan tanah. Cara ini membuat pemain tidak lagi dipaksa melakukan duel udara sejak usia dini.
Baca Juga:Usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ferran Torres dan Marcos Llorente Liburan ke Ibiza
Sementara itu, pemain kategori U-12 mulai dikenalkan teknik sundulan secara bertahap. Latihan dilakukan menggunakan bola berbahan karet agar benturan lebih ringan.
Frekuensinya pun dibatasi secara ketat. Dalam satu bulan hanya ada satu sesi latihan khusus sundulan dengan maksimal lima kali sundulan untuk setiap pemain. Pendekatan ini diharapkan membantu pemain memahami teknik dasar tanpa meningkatkan risiko benturan berulang.
Kebijakan Como 1907 didasarkan pada sejumlah penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa benturan kepala berulang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif pada pesepak bola profesional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022