Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 05.43 WIB

Pendukung Korea Selatan Geruduk Bandara Incheon, KFA dan Hong Myung-bo Jadi Sasaran Kemarahan Publik

Pelatih timnas Korea Selatan Hong Myung-bo. (FIFA) - Image

Pelatih timnas Korea Selatan Hong Myung-bo. (FIFA)

JawaPos.com - Kepulangan Timnas Korea Selatan ke tanah air usai tersingkir dari Piala Dunia 2026 berlangsung dalam suasana yang jauh dari kata meriah. Kloter pertama skuad Taegeuk Warriors tiba di Bandara Internasional Incheon sekitar pukul 04.00 waktu setempat dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian.

Sedikitnya 160 personel polisi dikerahkan untuk mengantisipasi potensi kericuhan. Waktu kedatangan yang dipilih pada dini hari juga diyakini menjadi upaya untuk meminimalkan jumlah suporter yang datang ke bandara.

Meski demikian, ratusan pendukung tetap memadati area kedatangan. Mereka membawa berbagai spanduk sebagai bentuk kekecewaan atas hasil yang diraih tim nasional di ajang Piala Dunia 2026.

Menariknya, kemarahan para suporter tidak diarahkan kepada para pemain. Sebaliknya, sorotan utama justru tertuju kepada pelatih Hong Myung-bo serta Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) yang dinilai menjadi penyebab utama kegagalan tim.

Dalam sejumlah spanduk yang dibawa massa, muncul tuntutan agar KFA melakukan evaluasi besar-besaran terhadap tata kelola organisasi. Banyak pendukung menilai persoalan yang terjadi bukan hanya soal hasil pertandingan, tetapi juga keputusan-keputusan federasi dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu isu yang kembali mencuat adalah proses penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih kepala pada 2023. Hingga kini, sebagian publik Korea Selatan masih mempertanyakan keputusan tersebut.

Saat itu, nama pelatih asal Amerika Serikat, Jesse Marsch, disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk menangani Timnas Korea Selatan. Namun, pada akhirnya KFA memilih Hong Myung-bo sebagai pelatih kepala.

Keputusan tersebut kembali menuai kritik setelah Korea Selatan gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026. Sejumlah pendukung bahkan menilai praktik nepotisme masih menjadi masalah yang menghambat perkembangan sepak bola nasional mereka.

Sementara itu, belum seluruh pemain Timnas Korea Selatan kembali ke negaranya. Kepulangan skuad dilakukan secara terpisah sehingga tidak ada penyambutan resmi secara bersama-sama.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore