
Timnas Pantai Gading harus relakan suporter yang dilarang masuk AS. (@elephantdecotedivoire/Instagram).
JawaPos.com - Pantai Gading menghadapi kendala serius dalam memberikan dukungan langsung kepada tim nasional mereka di ajang Piala Dunia 2026. Pasalnya, sejumlah suporter dilaporkan gagal memperoleh visa untuk masuk ke Amerika Serikat. Informasi itu disampaikan langsung oleh Presiden Komite Nasional Suporter Pantai Gading (CNSE) Julien Kouadio Adonis kepada wartawan pada Kamis (11/6).
Kouadio mengungkapkan bahwa kebijakan visa Amerika Serikat menjadi hambatan utama bagi para pendukung untuk hadir langsung di stadion. Menurut Kouadio, kelompok suporter yang selama ini mengorganisasi perjalanan penggemar ke luar negeri terpaksa membatalkan rencana keberangkatan mereka.
CNSE sendiri merupakan organisasi resmi yang berada di bawah Kementerian Olahraga Pantai Gading dan bertugas mengoordinasikan dukungan suporter di berbagai ajang internasional. “Para suporter telah membatalkan perjalanan karena pemerintah Amerika Serikat tidak ingin menerima pendukung dari negara tertentu, termasuk Pantai Gading. Mereka telah menyampaikan dengan jelas bahwa kehadiran kami tidak diinginkan,” ujar Kouadio dikutip dari BeIn Sports.
Kouadio menambahkan bahwa situasi itu sangat mengecewakan dan menyakitkan bagi para pendukung setia tim nasional. “Kondisi ini melukai kami secara mendalam karena menghalangi kami menjalankan tugas suci kami, yaitu mendukung tim nasional,” lanjutnya.
Kasus pelarangan masuk suporter Pantai Gading menambah daftar persoalan terkait kebijakan visa yang mencuat menjelang dimulainya Piala Dunia 2026. Sebelumnya, seorang wasit asal Somalia Omar Artan juga dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat. Selain itu, beberapa staf pendukung Timnas Iran juga mengalami penolakan serupa.
Pada Maret lalu, Kouadio sempat menyatakan optimisme bahwa sekitar 500 suporter akan melakukan perjalanan lintas Atlantik untuk mendukung tim secara langsung. Namun, harapan itu harus pupus akibat kendala administratif. Meskipun demikian, Kouadio mengungkapkan bahwa sejumlah kecil pejabat CNSE tetap mendapatkan izin untuk bepergian ke lokasi turnamen.
Perwakilan CNSE akan bertugas membantu dan mengoordinasikan para pendukung Pantai Gading yang sudah berada di Amerika Serikat. CNSE sendiri memperkirakan bahwa lebih dari seribu warga Pantai Gading yang berbasis di Amerika Serikat akan tetap hadir di stadion untuk memberikan dukungan kepada tim nasional mereka selama turnamen berlangsung.
Sementara itu, tim nasional Pantai Gading dijadwalkan memainkan dua dari tiga laga fase grup di kota Philadelphia, yakni melawan Ekuador pada 15 Juni dan Curacao pada 26 Juni. Di antara dua pertandingan tersebut, mereka juga akan bertandang ke Toronto, Kanada, untuk menghadapi Jerman.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
