Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Juli 2026 | 03.19 WIB

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan

Foto udara memperlihatkan kerusakan pada AEON Mall setelah gempa bumi berkekuatan awal magnitudo 7,1 mengguncang Kashima di Prefektur Kumamoto, Jepang bagian selatan, pada 28 Juli 2026. (Kyodo) - Image

Foto udara memperlihatkan kerusakan pada AEON Mall setelah gempa bumi berkekuatan awal magnitudo 7,1 mengguncang Kashima di Prefektur Kumamoto, Jepang bagian selatan, pada 28 Juli 2026. (Kyodo)

JawaPos.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7) memicu ledakan di pusat perbelanjaan AEON Mall di Kota Kashima. Sebagian bangunan ambruk dan puluhan orang diduga masih terjebak di dalamnya.

Seperti dilansir NHK dan CNA, Selasa (28/7), Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyatakan ledakan terjadi setelah gempa mengguncang kawasan tersebut. Lantai dua pusat perbelanjaan dilaporkan runtuh sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Kepolisian memperkirakan sekitar 20 hingga 30 orang masih belum diketahui keberadaannya di dalam gedung. Hingga Selasa malam, belum dapat dipastikan apakah para korban yang terjebak merupakan pengunjung, karyawan, atau keduanya.

Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Rekaman dari helikopter NHK memperlihatkan sebagian besar dinding luar gedung terlepas sehingga rangka bangunan terlihat dari luar.

Seorang sopir taksi yang berada di dekat lokasi mengaku mendengar suara ledakan sangat keras beberapa saat setelah gempa. Ia mengatakan material dinding bangunan beterbangan dan menghantam sebuah mobil yang berada di sekitar pusat perbelanjaan.

Sejumlah media Jepang melaporkan adanya dugaan korban jiwa dalam insiden tersebut. Stasiun televisi TBS menyebut polisi menduga terdapat "cukup banyak" korban meninggal, sementara Fuji TV melaporkan beberapa kematian telah dikonfirmasi di AEON Mall.

Namun, kepolisian kepada AFP menyatakan belum dapat memastikan adanya korban meninggal dunia. Hingga kini, pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap jumlah korban dan tingkat kerusakan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih mengumpulkan informasi mengenai dampak gempa. Ia mengonfirmasi telah menerima laporan mengenai korban luka, pemadaman listrik, kebakaran, kerusakan jalan dan jembatan, serta bangunan yang runtuh.

Takaichi juga meminta masyarakat segera mengungsi ke lokasi yang aman. Badan Penanggulangan Bencana Jepang telah menginstruksikan sekitar 300.000 warga untuk menuju pusat-pusat evakuasi, sementara sekitar 3.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang dikerahkan membantu proses penyelamatan dan pemulihan.

Dampak gempa juga dirasakan di berbagai wilayah Kumamoto. Polisi menerima banyak laporan mengenai rumah yang roboh, jalan yang terangkat, kebakaran, hingga warga yang terjebak di dalam rumah akibat pintu keluar tertutup reruntuhan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore