
Mikel Arteta sesalkan keputusan wasit saat Arsenal ditahan imbang Atletico Madrid 1-1. (@LigadeCampeones/X).
JawaPos.com - Pelatih Mikel Arteta meluapkan kemarahannya usai Arsenal meraih hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Liga Champions UEFA pada Kamis (30/4). Arteta menyesalkan keputusan wasit yang membatalkan penalti timnya sehingga mengubah jalannya pertandingan.
Pertandingan yang berlangsung di ibu kota Spanyol itu berjalan sengit sejak awal. Arsenal sempat unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Viktor Gyokeres pada menit ke-44. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Julian Alvarez juga menyamakan kedudukan lewat penalti 12 menit kemudian.
Kontroversi muncul ketika Arsenal merasa layak mendapatkan penalti kedua akibat pemain pengganti Eberechi Eze dijatuhkan di dalam kotak penalti oleh bek Atletico, David Hancko. Wasit asal Belanda Danny Makkelie sempat memberi penalti sebelum akhirnya meninjau ulang melalui VAR atas rekomendasi Dennis Higler.
Setelah melihat tayangan ulang beberapa kali di monitor, Makkelie memutuskan untuk membatalkan keputusannya. Keputusan itu memicu protes dari kubu Arsenal, sedangkan pihak tuan rumah yang dipimpin pelatih Diego Simeone terlihat aktif melakukan tekanan dari pinggir lapangan.
Arteta mengaku sangat kecewa dengan keputusan itu. Arteta menilai tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata sehingga keputusan awal seharusnya tidak dibatalkan oleh VAR. “Saya sangat marah dengan bagaimana penalti terhadap Eze bisa dibatalkan seperti itu, padahal tidak ada kesalahan yang jelas dan nyata. Ini mengubah jalannya pertandingan dan di level seperti ini hal itu tidak bisa terjadi,” ujar Arteta dikutip dari ESPN.
Pelatih berusia 44 tahun itu juga menegaskan bahwa terdapat kontak yang cukup jelas saat insiden dan mempertanyakan alasan perubahan keputusan setelah peninjauan yang berulang-ulang. Menurut Arteta, momen itu sangat krusial mengingat perjuangan panjang timnya untuk mencapai semifinal.
Sementara itu, Simeone memiliki pandangan berbeda. Simeone menilai keputusan-keputusan yang diambil sudah menjadi bagian dari dinamika pertandingan, termasuk peran VAR yang bisa memberikan keuntungan maupun kerugian. “Untuk penalti pertama, menurut saya ada dorongan dari belakang. Lalu untuk handball, itu diberikan berkat VAR, dan penalti kedua tidak diberikan juga karena VAR. Terkadang VAR memberi, terkadang juga mengambil,” ujar Simeone.
Hasil imbang 1-1 itu membuat peluang kedua tim menuju final masih terbuka lebar. Namun, Arsenal dinilai memiliki keuntungan karena akan menjadi tuan rumah pada leg kedua pekan depan. Klub asal London itu berpeluang besar untuk melangkah ke final Liga Champions pertama mereka dalam dua dekade terakhir.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022