Khvicha Kvaratskhelia menjadi MVP saat membawa PSG unggul atas Liverpool. (Instagram/@psg)
JawaPos.com - Paris Saint-Germain menunjukkan kelasnya dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions. Hasil ini membuat PSG berada di posisi sangat nyaman menjelang leg kedua di Anfield.
Sejak awal, PSG mengendalikan permainan dengan tenang dan percaya diri. Mereka tidak terburu-buru, namun tetap mampu mendikte tempo laga. Gol pembuka lahir pada menit ke-11 lewat Desire Doue. Meskipun sedikit beruntung, tembakannya yang terdefleksi dari Virgil van Dijk melambung melewati Giorgi Mamardashvili dan bersarang di gawang Liverpool.
Setelah itu, pola permainan PSG makin jelas. Mereka mengendalikan permainan, sementara Liverpool hanya bereaksi.
Segala penyesuaian taktis yang diterapkan Arne Slot tidak mampu membuat Liverpool menemukan ritme. Formasi lima pemain di lini belakang yang seharusnya menjaga stabilitas justru membuat mereka pasif.
Hal yang paling mengkhawatirkan adalah kurangnya ancaman dari serangan Liverpool. Mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan. Kepemilikan bola sering diulang-ulang tanpa tujuan jelas, pergerakan di depan bola terbatas, dan PSG jarang sekali tertekan.
Mamardashvili tampil apik dengan beberapa penyelamatan penting, termasuk penyelamatan satu tangan untuk menghentikan Khvicha Kvaratskhelia. Berkat aksinya, Liverpool tetap berada dalam skor yang bisa dikejar.
Gol kedua PSG tercipta pada menit ke-65, kali ini murni hasil permainan brilian tanpa sentuhan keberuntungan. Joao Neves mengirim umpan terobosan menembus pertahanan Liverpool, dan Kvaratskhelia mengeksekusi dengan tenang, melewati kiper dan menempatkan bola ke gawang kosong. Gol ini mempertegas superioritas PSG sepanjang pertandingan.
PSG sebenarnya memiliki peluang untuk menambah gol. Ousmane Dembele beberapa kali menemukan ruang, tapi gagal mengeksekusi dengan sempurna dari tembakan langsung ke kiper, meleset di atas gawang, hingga bola membentur tiang. Seandainya lebih beruntung, margin kemenangan bisa lebih besar.
Dengan defisit 2-0, Liverpool menghadapi tugas berat untuk membalikkan keadaan di Anfield. Walaupun comeback leg kedua pernah menjadi identitas klub, performa mereka saat ini menimbulkan keraguan.
Tiga kekalahan beruntun dan hanya satu kemenangan dari enam laga terakhir menunjukkan tim masih mencari solusi. Kehadiran Alexander Isak setelah cedera memberi sedikit harapan di lini depan, namun masalah mendasar tetap ada kohesi, intensitas, dan ketajaman harus segera diperbaiki.
Di sisi lain, PSG dapat menyongsong leg kedua dengan percaya diri. Penampilan mereka di Paris mungkin tidak spektakuler, tapi cerdas, terkendali, dan efektif menjadi sesuatu yang sering cukup dalam pertandingan knockout.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
