
Pemain Liverpool Cody Gakpo. (Instagram.com/liverpoolfc)
JawaPos.com - Sorotan tajam kini mengarah pada performa Cody Gakpo di lini serang Liverpool FC. Di tengah ambisi besar klub untuk bersaing di level tertinggi Eropa, pemain asal Belanda itu dinilai belum mampu menunjukkan konsistensi yang dibutuhkan, khususnya saat dimainkan di posisi sayap kiri.
Meski sesekali memperlihatkan kualitas, kontribusi Gakpo dianggap terlalu tidak stabil untuk mengamankan tempat utama di tim. Salah satu kelemahan yang paling disorot adalah minimnya efektivitas dalam situasi satu lawan satu, kemampuan krusial bagi penyerang sayap modern untuk membongkar pertahanan lawan.
Gakpo juga dinilai memiliki gaya bermain yang mudah ditebak. Ia kerap memotong ke dalam menggunakan kaki kanan sebelum melepaskan tembakan, namun upaya tersebut sering kali gagal membuahkan hasil musim ini.
Hal ini membuat serangan Liverpool menjadi kurang variatif dan lebih mudah diantisipasi lawan.
Tak hanya itu, pengaruhnya dalam pertandingan kerap terasa minim. Dalam beberapa laga, Gakpo terlihat kesulitan memberikan dampak signifikan, sesuatu yang menjadi perhatian serius bagi tim yang mengandalkan agresivitas dan determinasi lini depan.
Manajemen Liverpool sendiri disebut memang telah lama mempertimbangkan opsi lain untuk posisi tersebut. Nama-nama seperti Anthony Gordon, Antoine Semenyo, dan Khvicha Kvaratskhelia sempat masuk radar dalam beberapa bursa transfer terakhir di bawah arahan direktur olahraga Richard Hughes.
Rencana awal Liverpool sebenarnya adalah mencari pengganti Luis Diaz, bukan menjadikan Gakpo sebagai starter utama. Salah satu skenario yang disiapkan adalah memainkan Hugo Ekitike di sisi kiri serangan.
Namun, situasi skuad membuat rencana tersebut tertunda. Ekitike lebih sering dimainkan sebagai penyerang tengah karena keterbatasan opsi di lini depan. Hal ini diperkirakan akan berubah dengan kembalinya Alexander Isak, yang memungkinkan Ekitike bergeser ke sayap kiri.
Penampilan Ekitike bersama timnas Prancis semakin memperkuat wacana tersebut. Bermain di sisi kiri untuk mengakomodasi bintang seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise, ia tampil impresif, termasuk saat menghadapi Brasil dengan mencetak gol indah serta menunjukkan kemampuan eksplosif dalam duel satu lawan satu.
Performa itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa posisi Gakpo di sayap kiri mulai terancam. Dengan sistem yang diterapkan pelatih Arne Slot, kehadiran Isak dan fleksibilitas Ekitike diyakini akan membawa perubahan besar dalam komposisi lini serang Liverpool.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022