
Tonda Eckert memimpin Southampton menghadapi tantangan besar melawan Arsenal di FA Cup. (Istimewa)
JawaPos.com–Perempat final FA Cup musim ini menghadirkan cerita menarik. Bukan hanya soal duel klasik, tetapi juga kemunculan sosok muda yang mulai mencuri perhatian, yakni Tonda Eckert.
Pelatih berusia 33 tahun itu kini memimpin Southampton dan bersiap menghadapi tantangan besar melawan Arsenal. Nama Tonda Eckert mungkin belum setenar pelatih papan atas Eropa. Namun, perjalanan karirnya cukup unik.
Dia pernah menjadi analis untuk Timnas Jerman saat menjuarai Piala Dunia 2014. Selain itu, dia juga dikenal sebagai analis rating pemain dalam gim sepak bola FIFA.
Berbeda dengan banyak pelatih lain yang berangkat dari karir pemain profesional, Eckert justru memilih jalur berbeda. Dia satu akademi dengan Antonio Rudiger, tetapi memutuskan berhenti bermain dan beralih menjadi scout sejak usia 19 tahun. Keputusan tersebut kini terbukti membuka jalan karirnya di dunia kepelatihan.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala Southampton pada Desember 2025, dampak yang dia berikan langsung terasa. Southampton yang sempat terpuruk di papan bawah kini menjelma menjadi tim yang sulit dikalahkan. Dalam 14 pertandingan terakhir, mereka belum tersentuh kekalahan.
Tak hanya itu, posisi klub juga mengalami lonjakan signifikan. Dari peringkat ke-21, Southampton kini sudah menembus posisi enam besar di Championship.
Performa konsisten ini membuat mereka kembali masuk dalam perbincangan perebutan tiket promosi. Gaya permainan Eckert juga mulai mendapat sorotan. Ia mengandalkan formasi 3-4-2-1 yang fleksibel, dengan pendekatan taktik yang modern.
Pengalaman sebagai analis tampak berpengaruh, terutama dalam membaca permainan lawan dan memaksimalkan potensi pemain. Kini, ujian sesungguhnya menanti. Arsenal, yang dikenal sebagai salah satu tim kuat di Inggris, akan menjadi lawan berikutnya.
Meski secara kualitas skuad masih di atas, performa Southampton belakangan ini membuat laga diprediksi berjalan lebih terbuka. Bagi Eckert, pertandingan ini bukan sekadar laga perempat final. Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa pendekatan berbasis analisis dan data bisa bersaing di level tertinggi. Jika mampu memberi kejutan, namanya bisa melesat lebih cepat di dunia kepelatihan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
