
Pelatih Barcelona Hansi Flick. (Dok. Barcelona)
JawaPos.com - Barcelona pulang dari St. James’ Park dengan hasil yang cukup berharga. Meski tidak tampil dominan, tim asuhan Hansi Flick berhasil menahan imbang Newcastle United 1-1 pada leg pertama babak gugur Liga Champions.
Gol penyama kedudukan dari Lamine Yamal di menit-menit akhir menjadi penyelamat bagi Blaugrana. Sepanjang pertandingan, Newcastle sebenarnya tampil lebih meyakinkan dan beberapa kali membuat Barcelona kesulitan mengembangkan permainan.
Melansir Football Espana, Flick sendiri mengakui bahwa timnya tidak berada dalam kondisi terbaik. Jadwal padat serta beberapa pemain yang baru pulih dari cedera membuat performa Barcelona sedikit menurun. Meski demikian, ia tetap puas dengan hasil yang didapat.
“Kami telah menjalani banyak pertandingan sebelumnya, dan memiliki pemain yang cedera. Bernal dan Pedri baru saja pulih dari masa istirahat. Jelas, kami perlu meningkatkan performa, tetapi hal positif bagi kami adalah hasilnya. Setelah tertinggal 1-0, sungguh fantastis bisa bangkit dan meraih hasil imbang.”
“Kita akan melihat Barça yang berbeda di leg kedua,” katanya.
Baca Juga:Julian Alvarez ke Barcelona? Diego Simeone Tanggapi Rumor Usai Kemenangan Besar Atletico Madrid
Flick Soroti Penguasaan Bola Barcelona
Satu hal yang paling mengganggu Flick dari penampilan timnya adalah masalah penguasaan bola. Menurutnya, Barcelona terlalu sering kehilangan bola dan justru memberi ruang bagi Newcastle untuk mengontrol permainan.
“Kami tidak bermain bagus dengan bola; kami terlalu sering kehilangan penguasaan bola, dan itulah yang diinginkan Newcastle. Kami tahu mereka sangat cepat saat mengoper bola. Itu tidak mudah, tetapi saya sangat senang dengan tim saya, terutama lini pertahanan; kami bertahan dengan sangat baik di lapangan. Kedua bek tengah melakukan pekerjaan yang fantastis.”
Ia juga mengakui faktor kelelahan turut memengaruhi permainan timnya, mengingat atmosfer pertandingan dan intensitas permainan Newcastle yang tinggi.
“Mungkin kami lelah, tetapi kami memainkan pertandingan yang sangat intens dengan atmosfer dan tim seperti ini. Saya sangat senang dan menghargai apa yang saya lihat di lini pertahanan, dan kami perlu bermain jauh lebih baik dengan bola. Jika Anda mengatakan kepada saya bahwa hasilnya akan 1-1 sebelumnya, saya akan senang.”
Eksperimen Araujo di Posisi Bek Kanan
Salah satu keputusan menarik Flick pada laga ini adalah menempatkan Ronald Araujo sebagai bek kanan. Sebelumnya, Eric Garcia diperkirakan akan mengisi posisi tersebut, namun ia harus dicadangkan karena mengalami nyeri otot.
Alih-alih merombak banyak posisi di lini belakang, Flick memilih memasang Araujo langsung di sisi kanan pertahanan.
“Dia menjalankan tugasnya dengan baik. Kami tidak ingin mengubah banyak posisi; jelas kami ingin bermain dengan Cubarsi dan Gerard sebagai bek tengah, dan saya bertanya kepada Ronald apakah dia bisa bermain sebagai bek sayap, dan dia bermain bagus. Pada akhirnya, dia kelelahan setelah berlari begitu banyak dan tidak pulih dengan baik pada waktu yang tepat, tetapi kami memiliki pemain di posisi yang tepat untuk mengimbanginya.”
