
Pep Guardiola (Instagram @pepteam)
JawaPos.com – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengkritik suporter Leeds United yang mencemooh penghentian sementara pertandingan di Elland Road.
Dikutip pada akun sosial media Instagram @hai.soccer pada Selasa (3/3), Insiden tersebut terjadi dalam laga Premier League pada Jumat (28/2). Penghentian dilakukan untuk memberi kesempatan pemain Muslim berbuka puasa saat matahari terbenam pada bulan Ramadan.
Guardiola menilai sorakan dari sebagian pendukung tuan rumah sebagai tindakan yang tidak menunjukkan rasa hormat.
Menurut Guardiola, jeda singkat tersebut merupakan bentuk toleransi terhadap keyakinan para pemain. Ia menegaskan bahwa penghentian laga hanya berlangsung sebentar dan tidak mengganggu jalannya pertandingan.
Keputusan memberikan jeda telah disepakati sebelum pertandingan dimulai. Wasit kemudian menghentikan laga pada babak pertama ketika waktu berbuka tiba.
Para pemain yang menjalankan ibadah puasa memanfaatkan momen tersebut untuk minum dan memulihkan energi.
Guardiola menegaskan bahwa sepak bola seharusnya menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling menghormati.
Guardiola menyayangkan reaksi sebagian suporter yang mempersoalkan kebijakan tersebut. Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi bagian penting dalam kompetisi profesional.
Dalam beberapa musim terakhir, penghentian sementara saat Ramadan kerap diterapkan di berbagai kompetisi Eropa.
Kebijakan itu bertujuan memberikan kesempatan kepada pemain Muslim untuk menjalankan ibadah dengan layak. Langkah tersebut umumnya diterima sebagai bagian dari penghormatan terhadap keberagaman dalam sepak bola.
Guardiola berharap insiden serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya. Ia menekankan pentingnya menjaga respek, baik di dalam maupun di luar lapangan. Baginya, nilai toleransi harus tetap dijunjung tinggi dalam setiap pertandingan.
