Dean Huijsen minta maaf usai mem-posting ulang unggahan Instagram yang diduga rasis. (@DHuijsen/X)
JawaPos.com–Bek muda Real Madrid Dean Huijsen mendadak viral setelah mem-posting ulang konten yang diduga rasis di media sosial. Pemain berusia 20 tahun itu akhirnya merilis permintaan maaf resmi usai mendapat banyak kecaman dari warganet.
Insiden itu bermula ketika Huijsen membagikan sebuah video melalui fitur Story di akun Instagram pribadi yang memiliki 5,2 juta pengikut. Dilansir dari Daily Mail, video yang diunggah ulang oleh pemain timnas Spanyol itu memuat komentar-komentar ofensif yang merujuk pada fisik masyarakat Tiongkok.
Beberapa komentar yang tertangkap layar berisi lelucon rasis dan ejekan fisik yang tidak pantas. Unggahan itu sontak memicu kemarahan besar, terutama dari basis penggemar Real Madrid di Asia.
Menanggapi gelombang protes yang masif, Huijsen segera menghapus unggahan itu dan memberikan klarifikasi. Menariknya, permintaan maaf tersebut tidak diunggah di akun Instagram atau X (Twitter) miliknya yang berskala global, melainkan melalui akun resmi Real Madrid di platform Weibo, media sosial terbesar di Tiongkok dengan lebih dari 580 juta pengguna aktif.
”Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman saya di Tiongkok. Sebelumnya saya meneruskan konten yang menyertakan pesan ofensif secara tidak sengaja. Itu sepenuhnya tidak disengaja dan saya menyesali kesedihan yang ditimbulkan,” tulis Huijsen dalam bahasa Mandarin dikutip dari Daily Mail.
Meski Huijsen telah meminta maaf, warganet masih melontarkan kritik tajam, terutama kepada manajemen Real Madrid. Banyak warganet mempertanyakan mengapa klub terkesan diam dan tidak memberikan pernyataan resmi di platform global seperti Instagram atau X yang masing-masing memiliki ratusan juta pengikut. Para suporter menuding adanya standar ganda dalam penanganan kasus rasisme di internal klub.
”Apakah sikap anti rasisme Anda hanya berlaku saat Vinicius Jr yang menjadi korban diskriminasi?” tulis salah satu pengguna media sosial yang merasa klub tidak tegas terhadap pemainnya saat melakukan pelanggaran serupa.
Sentimen negatif itu semakin memanas karena terjadi di tengah penyelidikan UEFA terkait kasus rasisme lain yang menimpa bintang Madrid Vinicius Junior. Sebelumnya, pemain Benfica Gianluca Prestianni, tengah diselidiki atas dugaan penghinaan rasial kepada Vinicius dalam laga Liga Champions pekan lalu.
Meski wasit sempat menghentikan pertandingan selama 10 menit akibat laporan pelecehan itu, Prestianni membantah telah menyebut Vinicius dengan sebutan monyet. Prestiani berdalih kepada pihak UEFA bahwa dirinya melontarkan makian homofobik, bukan ejekan rasial.
Dilansir dari ESPN, Prestianni akhirnya dijatuhkan sanksi dilarang bermain dalam pertandingan leg kedua melawan Real Madrid di Liga Champions.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
