Foto eksposur logo FIFA di kantor pusatnya di Zurich, Swiss. ANTARA/AFP/Fabrice Coffrini/aa. (AFP/FABRICE COFFRINI)
JawaPos.com - FIFA kembali mendorong perubahan aturan yang berpotensi mengubah ritme pertandingan sepak bola. Dalam proposal terbarunya, pemain yang mendapat perawatan akibat cedera diwajibkan berada di luar lapangan selama satu menit sebelum diizinkan kembali bermain.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mengurangi gangguan tempo dan meminimalkan waktu terbuang sepanjang laga.
Rencana tersebut dijadwalkan mendapat persetujuan dalam rapat umum tahunan International Football Association Board (IFAB) pada Sabtu mendatang. Jika disahkan, aturan ini akan dimasukkan ke dalam Laws of the Game dan berlaku secara global.
Saat ini, belum ada ketentuan baku mengenai berapa lama pemain cedera harus menepi. Setiap kompetisi memiliki kebijakan masing-masing.
Di Premier League misalnya, sejak musim 2023/2024 diberlakukan aturan 30 detik bagi pemain yang mendapat perawatan di lapangan sebelum kembali bermain.
Sebelumnya, FIFA telah menguji coba aturan lebih ketat dalam ajang Arab Cup pada Desember lalu dengan durasi tunggu dua menit. Kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, menyebut kebijakan tersebut dirancang untuk menekan praktik buang-buang waktu sekaligus menjaga alur pertandingan tetap mengalir.
Namun, opsi dua menit memunculkan penolakan dalam pembahasan internal IFAB, sehingga muncul kompromi berupa durasi satu menit.
Meski dianggap jalan tengah, kekhawatiran tetap muncul. Aturan ini bisa membuat tim bermain dengan 10 orang lebih lama dalam situasi krusial.
Musim lalu, Manchester United sempat dirugikan ketika Matthijs de Ligt harus keluar lapangan akibat luka sobek.
Saat ia belum kembali, Brentford mencetak gol lewat situasi sepak pojok. Kondisi serupa dikhawatirkan lebih sering terjadi jika durasi tunggu diperpanjang.
Di sisi lain, ada pengakuan bahwa sebagian pemain memang memanfaatkan cedera sebagai cara memecah tempo permainan. Aturan baru ini diharapkan menjadi solusi, meski tetap berisiko merugikan pemain yang benar-benar membutuhkan perawatan.
Beberapa pengecualian tetap berlaku. Jika dalam insiden tersebut lawan menerima kartu kuning atau merah, pemain yang cedera tidak wajib menunggu di luar lapangan.
Penjaga gawang serta eksekutor penalti juga dikecualikan. Selain itu, IFAB juga membahas mekanisme hitung mundur untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam, pembatasan waktu pemain yang diganti meninggalkan lapangan, serta kemungkinan perluasan kewenangan VAR untuk meninjau kartu kuning kedua yang keliru.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
