Presiden FIFA Gianni Infantino mengecam insiden rasisme terhadap Vinicius dalam laga Benfica vs Real Madrid dan memuji tindakan tegas wasit Francois Letexier yang langsung mengaktifkan protokol.
JawaPos.com - Pertandingan Benfica kontra Real Madrid yang seharusnya jadi panggung adu taktik dan kualitas, justru berubah jadi sorotan karena isu yang jauh lebih serius: dugaan tindakan rasis terhadap Vinicius. Insiden ini langsung memantik perhatian dunia sepak bola, termasuk dari Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Tak hanya soal hinaan rasis yang diduga dilontarkan oleh Prestianni, suasana di stadion juga sempat memanas karena benda-benda dilempar ke lapangan. Bahkan, sebuah lemparan botol dilaporkan mengenai striker asal Brasil tersebut.
Situasi jelas tak kondusif dan semua mata tertuju pada sosok yang berdiri di tengah lapangan: François Letexier, wasit yang memimpin pertandingan.
Infantino Puji Tindakan Wasit
Ketika Vinicius mendengar hinaan tersebut, ia langsung berlari ke arah wasit. Momen itu jadi titik krusial. Letexier tak ragu mengambil tindakan.
Melansir Defensa Central Infantino pun secara terbuka memberikan apresiasi melalui pernyataan resminya.
"Saya memuji wasit François Letexier karena mengaktifkan protokol anti-rasisme, membuat isyarat tangan untuk menghentikan pertandingan dan mengatasi situasi tersebut," tulisnya dalam pernyataannya.
Langkah Letexier dianggap sigap dan tepat. Ia mengaktifkan protokol penghentian pertandingan, memberikan isyarat yang jelas, serta memastikan pengumuman disampaikan melalui pengeras suara stadion.
Bukan cuma itu, ia juga berbicara langsung dengan para pemain dan tokoh kunci di lapangan untuk meredakan situasi. Pendekatan yang tenang tapi tegas. Dan tampaknya, itu yang membuat FIFA merasa puas.
Infantino: Terkejut dan Sedih
Dalam pernyataan yang sama, Infantino tak menyembunyikan emosinya.
"Saya terkejut dan sedih menyaksikan dugaan insiden rasis terhadap Vinícius Júnior dalam pertandingan Liga Champions UEFA antara SL Benfica dan Real Madrid CF," tulisnya.
Kalimat tersebut menunjukkan bahwa isu ini bukan sekadar catatan kecil dalam laporan pertandingan. Ini adalah masalah besar yang kembali mencoreng wajah sepak bola.
Infantino juga menegaskan sikap FIFA dengan kalimat yang tak bisa ditawar: "tidak ada tempat untuk rasisme dalam sepak bola atau dalam masyarakat ."

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
