Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Februari 2026 | 22.30 WIB

Usai Laga Panas Real Madrid vs Benfica, Vinicius: Para Rasis Adalah Pengecut!

Vinicius Junior melontarkan komentar menohok setelah diduga menjadi korban pelecehan rasis dalam laga Real Madrid vs Benfica. Pernyataannya memicu respons dari Prestianni hingga Jose Mourinho. (Ist)

JawaPos.com - Vinicius Junior kembali harus berbicara soal isu yang seharusnya tak lagi ada di sepak bola modern: rasisme. Penyerang Brasil berusia 25 tahun itu menjadi sorotan setelah diduga menerima pelecehan rasial dalam kemenangan 1-0 Real Madrid atas Benfica di Liga Champions, di Lisbon. 

Insiden tersebut membuat pertandingan dihentikan selama 10 menit sesuai protokol UEFA, setelah Vinicius melaporkan seorang pemain Benfica—Gianluca Prestianni—kepada wasit.

Menariknya, di tengah situasi panas itu, Vinicius tetap bermain penuh hingga akhir laga. Bahkan, sebelumnya ia sempat mencetak gol individu luar biasa lima menit setelah babak kedua dimulai.

Namun selebrasinya di depan pendukung tuan rumah berubah menjadi momen kontroversial. Vinicius tampak kesal dengan sesuatu yang dikatakan kepadanya, lalu langsung menghampiri wasit.

Melansir RTE, usai pertandingan, ia menumpahkan perasaannya lewat Instagram Story dalam bahasa Portugis.

"Orang rasis, di atas segalanya, adalah pengecut. Mereka perlu memasukkan baju mereka ke mulut mereka untuk menunjukkan betapa lemahnya mereka."

"Namun, mereka mendapat perlindungan dari pihak lain yang, secara teori, memiliki kewajiban untuk menghukum. Tidak ada yang baru dalam hidup saya dan keluarga saya setelah kejadian hari ini."

"Saya mendapat kartu kuning karena merayakan gol. Sampai sekarang masih tidak mengerti alasannya. Di sisi lain, hanya protokol yang dieksekusi dengan buruk dan tidak ada gunanya."

"Saya tidak suka berada dalam situasi seperti ini, terlebih lagi setelah kemenangan besar dan ketika berita utama harus tentang Real Madrid, tetapi ini perlu."

Pernyataan tersebut terasa emosional, tetapi juga tegas. Ini bukan pertama kalinya Vinicius menghadapi situasi serupa. Ia bahkan pernah mengatakan pada November 2024. "Saya bermain di Spanyol, di mana saya banyak menderita dan masih menderita," katanya kala itu.

Sebagai pengingat, pada Juni tahun yang sama, tiga penggemar Valencia dijatuhi hukuman penjara delapan bulan atas pelecehan rasial terhadapnya—putusan pertama dengan vonis semacam itu di Spanyol.

Prestianni Membantah Tuduhan

Sementara itu, Prestianni membantah tuduhan tersebut melalui pernyataan di Instagram. 

"Saya ingin mengklarifikasi bahwa saya sama sekali tidak pernah melontarkan hinaan rasis kepada Vini Jr, yang sayangnya salah paham dengan apa yang dia kira telah didengarnya," tulisnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore