
Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini. (Dok. AS Roma)
JawaPos.com–AS Roma dipaksa menyerah setelah dikalahkan Udinese di Liga Italia pekan ke-23. Laga yang berakhir dengan skor 0-1 tersebut dimainkan di Bluenergy Stadium, Selasa (3/2).
Jurgen Ekkelenkamp menjadi mimpi buruk AS Roma saat dirinya berhasil mencetak gol pada menit ke-49. Hingga laga berakhir, AS Roma tidak mampu mencetak gol balasan.
Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini memberikan komentarnya setelah timnya mengalami kekalahan dari tuan rumah Udinese. Anak asuhannya kurang beruntung dalam laga kali ini, termasuk gol tendangan bebas dari Jurgen Ekkelenkamp.
”Tanpa ragu, ini tidak mudah. Kami sedikit kurang presisi di sepertiga akhir lapangan, dan mungkin juga sedikit keberuntungan, terutama dengan gol yang kami kebobolan. Tetapi ini adalah tim yang selalu meninggalkan lapangan dengan kepala tegak dan menemukan kekuatan untuk terus berkembang,” ucap Gian Piero Gasperini kepada Sky yang dikutip dari laman resmi AS Roma.
Pelatih asal Italia tersebut menilai AS Roma sudah bermain dengan baik. Mereka juga telah melibatkan banyak pemain di kotak penalti lawan, namun masih kurang beruntung dalam mencetak gol.
”Pertandingan berlangsung ketat, sulit bagi kedua tim. Mereka juga memiliki beberapa peluang tembakan dari jarak jauh. Ketika Anda menempatkan empat atau lima pemain di dalam kotak penalti, itu akan menjadi peluang. Saya pikir secara keseluruhan kami bermain jauh lebih baik,” kata pelatih 68 tahun tersebut.
Di sisi lain, Gasperini sangat puas dengan perekrutan Donyell Malen dan Bryan Zaragoza di bursa transfer. Dia yakin bahwa mereka akan membantu meningkatkan permainan AS Roma di musim ini.
”Tidak, tidak. Lihat, puluhan nama disebutkan. Saya sangat senang karena, dalam waktu yang sangat singkat, kesempatan untuk mendatangkan Malen muncul dan kemudian, dalam dua hari terakhir, juga Zaragoza. Saya menyadari jendela transfer Januari tidak pernah mudah, tetapi begitulah adanya dan begitulah yang terjadi. Kedua pemain ini pasti akan membantu kami,” ujar Gasperini.
”Kemudian pemain seperti Venturino dan Vaz juga datang, tetapi mereka mewakili masa depan, kita tidak bisa mengharapkan mereka, saat ini, untuk bersaing dengan tujuan yang begitu tinggi. Yang terpenting adalah menghindari cedera. Itu akan sangat penting, dan untuk membuat Dybala, Kone, dan beberapa pemain lain yang masih cedera kembali bugar. Kemudian kita akan melanjutkan jalan yang telah kita tempuh sejauh ini, karena ini adalah kelompok yang benar-benar bekerja keras,” tandas Gasperini.
Kekalahan yang diraih AS Roma membuat posisi mereka tertahan di posisi lima klasemen sementara Liga Italia. Di laga selanjutnya, Giallorossi akan menghadapi Cagliari pada Selasa (10/2).

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
