
Barcelona resmi melepas talenta muda La Masia, Dro Fernandez, ke Paris Saint-Germain setelah sang pemain menandatangani kontrak profesional pertamanya hingga 2030. (Instagram/@drofdezz)
JawaPos.com - Barcelona dan Paris Saint-Germain sama-sama mengonfirmasi kepindahan Dro Fernandez.
Gelandang muda berusia 18 tahun itu resmi meninggalkan klub Catalunya dan menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama PSG, yang akan mengikatnya hingga 2030.
Keputusan ini sebenarnya sudah mengarah ke satu titik sejak awal bulan. Barcelona gagal memberikan tawaran kontrak baru kepada Dro, meski sang pemain sempat mendapat dukungan dan kesempatan tampil di bawah asuhan Hansi Flick musim ini.
Setelah resmi berusia 18 tahun usai pergantian tahun, Dro memilih mencari tantangan baru, dengan alasan utama ketatnya persaingan di posisinya. Minat datang dari berbagai klub, namun PSG berhasil meyakinkannya untuk melanjutkan karier di Ligue 1.
Melansir Football Espana, dalam kontrak sebelumnya, Dro memiliki klausul pelepasan sebesar EUR 6 juta. Klausul ini juga menarik perhatian klub-klub besar seperti Borussia Dortmund dan Manchester City.
Namun, setelah Barcelona mengumumkan kesepakatan tersebut, laporan menyebutkan bahwa kedua klub akhirnya mencapai kata sepakat secara langsung.
Hubungan baik antara Presiden Barcelona Joan Laporta dan CEO PSG Nasser Al-Khelaifi disebut turut mempermudah proses negosiasi.
Barcelona pada akhirnya akan menerima EUR 8,2 juta dari transfer pemain muda tersebut—angka yang sedikit lebih tinggi dari klausul pelepasannya.
Kepergian Dro ternyata meninggalkan kekecewaan di internal tim. Hansi Flick dikabarkan sangat marah dengan keputusan sang pemain, terutama karena ia telah menunjukkan kepercayaan besar dengan memberinya debut di tim utama dan beberapa kesempatan lanjutan.
Sikap Flick sempat tersirat ketika ia menyampaikan bahwa dia tidak menginginkan pemain di Barcelona yang tidak ingin berada di klub tersebut.
Setelah menjadi jelas bahwa Dro akan hengkang, persaingan untuk mendapatkan tanda tangannya pun berlangsung cepat.
Salah satu momen penting adalah pertemuan sang pemain dengan manajer PSG, Luis Enrique, di rumahnya di Barcelona—pertemuan yang diyakini berperan besar dalam meyakinkan Dro untuk pindah ke Paris.
Menjelang rampungnya transfer, Joan Laporta juga sempat menyebut situasi ini sebagai “situasi yang tidak menyenangkan”, seraya mengklaim bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan terkait masa depan Dro.
Kini, Barcelona harus merelakan satu lagi talenta La Masia pergi lebih cepat dari yang diharapkan, sementara PSG kembali menunjukkan agresivitas mereka dalam memburu pemain muda berbakat.
Bagi Dro Fernandez, ini adalah langkah besar pertama dalam karier profesionalnya—langkah yang penuh risiko, tetapi juga sarat peluang.
