Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Januari 2026, 14.38 WIB

Franco Mastantuono Soal Tekanan di Real Madrid: Itu Membuat Saya Lebih Baik dan Kuat

Franco Mastantuono semakin menunjukkan kualitasnya sejak resmi berseragam Real Madrid (Instagram @realmadrid) - Image

Franco Mastantuono semakin menunjukkan kualitasnya sejak resmi berseragam Real Madrid (Instagram @realmadrid)

JawaPos.com – Gelandang serang muda serba bisa Real Madrid, Franco Mastantuono, mengatakan bahwa kritik yang diterimanya dalam beberapa bulan terakhir terkait performanya justru membuat dirinya semakin kuat.

Pemain internasional Argentina, yang bergabung dengan Los Blancos musim panas ini dari River Plate, merayakan gol pertamanya di Liga Champions dalam kemenangan telak Madrid 6–1 atas AS Monaco pada Rabu (21/11)

"Saya tidak melihat diri saya sebagai (penerus Lionel Messi) atau sebagai rekrutan terburuk yang pernah dilakukan Real Madrid," ujar Mastantuono kepada wartawan dalam wawancaranya setelah pertandingan.

"Real Madrid adalah klub yang sangat menuntut, di mana Anda selalu harus memberikan yang terbaik. Saya juga mendengar kritik, yang tidak saya lupakan, itu membuat saya lebih baik dan lebih kuat.]," lanjutnya.

“Hari ini saya bisa sedikit lebih rileks dan menunjukkan versi (terbaik) yang ingin saya tunjukkan kepada Real Madrid. Saya senang (bisa mencetak gol pertama di Liga Champions), saya telah bekerja keras agar ini terjadi," tutur Mastantuono lagi.

Mastantuono tiba di stadion Bernabeu sebagai salah satu talenta Argentina yang paling menjanjikan. Dia telah mencetak tiga gol dalam 20 penampilan untuk tim ibu kota Spanyol ini, 12 laga di antaranya dipercaya sebagai starter.

"Saya sedang berusaha menjadi versi terbaik diri saya, yang saya tahu bisa saya capai. Sejak kecil, orang-orang membicarakan sisi sepak bola saya. Mereka mengatakan saya adalah Messi baru dan sekaligus bencana, rekrutan terburuk yang pernah dilakukan Real Madrid," jelasnya.

Sementara itu, Mastantuono juga membela rekan setimnya, Jude Bellingham, di tengah spekulasi tentang perilaku yang buruk soal pemain internasional Inggris itu di luar lapangan.

"Jude kuat, tetapi beberapa hal yang dikatakan itu terlalu keras. Dia adalah seseorang yang berada di Valdebebas (tempat latihan Madrid) dari pukul 9:30 pagi hingga 6 sore. Tidak adil ketika orang-orang menyerang egonya karena dia bekerja tanpa lelah," pungkas pemain 18 tahun ini.

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore