
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (Istimewa)
JawaPos.com - Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya usai Arsenal hanya bermain imbang 0-0 melawan Nottingham Forest.
Manajer asal Spanyol itu menilai timnya seharusnya mendapatkan “penalti yang sangat jelas”, namun keputusan tersebut tak pernah datang hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil imbang ini terasa makin menyakitkan karena Arsenal sebenarnya punya peluang emas untuk menjauh di puncak klasemen. Di hari yang sama, Manchester City tumbang di kandang Manchester United.
Andai menang, Arsenal bisa unggul sembilan poin. Kenyataannya, mereka harus puas memperlebar jarak menjadi tujuh poin saja setelah laga di City Ground berakhir tanpa gol.
Melansir ESPN, sepanjang pertandingan, Arsenal mendominasi penguasaan bola dan terus menekan pertahanan tuan rumah. Beberapa peluang bersih tercipta, namun semuanya gagal berbuah gol.
Gabriel Martinelli membuang kesempatan emas dari posisi terbuka, sementara Declan Rice gagal memanfaatkan peluang jarak dekat setelah tembakannya diblok Nikola Milenkovic di pertengahan babak pertama.
Di babak kedua, tekanan Arsenal tak juga mengendur. Pemain pengganti Mikel Merino nyaris memecah kebuntuan lewat sundulan, disusul peluang Bukayo Saka yang juga belum berujung gol.
Namun, momen paling kontroversial terjadi di menit ke-80, saat bek Forest, Ola Aina, lolos dari hukuman penalti setelah insiden dugaan handball di kotak terlarang.
"Kami datang ke sini untuk memenangkan pertandingan dan kami belum berhasil melakukannya karena berbagai alasan," ujar Arteta.
"Ini patut dipuji karena mereka benar-benar terorganisir dengan baik dan mereka sangat pandai mematahkan momentum ketika Anda memiliki dominasi tertentu dalam permainan."
Arteta kemudian merinci kekecewaannya terhadap hasil akhir laga tersebut.
"Kenyataannya adalah kami menciptakan empat peluang besar dengan Martinelli mencetak gol dari posisi terbuka, Declan Rice mencetak gol dari jarak dekat, Mikel [Merino], sundulan Bukayo, dan di atas itu semua, tentu saja, penalti yang sangat jelas di dalam kotak penalti yang tidak diberikan."
Insiden Ola Aina sempat ditinjau oleh VAR, namun dinilai bukan pelanggaran karena posisi lengannya dianggap alami dan bola lebih dulu mengenai bahu. Pusat Pertandingan Liga Premier menyatakan bahwa keputusan tersebut sudah tepat.
"Jadi, tanpa kebobolan satu pun tembakan tepat sasaran lagi, kenyataan bahwa kami belum memenangkan pertandingan ini sangat mengecewakan, dan terlebih lagi saya pikir kami bisa melakukan hal-hal yang lebih baik, terutama di area penyerangan tertentu," lanjut Arteta.
Menanggapi penjelasan VAR, Arteta tetap tak sepenuhnya sepakat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
