Lamine Yamal siap bermain di laga Barcelona lawan Espanyol. (Dok. Barcelona)
JawaPos.com - Final Piala Super Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid kembali membuktikan bahwa El Clasico selalu menyajikan intensitas di setiap level.
Bukan hanya soal gol dan adu taktik, tetapi juga emosi yang kerap meluap di tengah tekanan laga besar.
Sepanjang pertandingan, atmosfer panas terasa jelas di atas lapangan. Beberapa momen menegangkan muncul dan menegaskan betapa tingginya tensi duel dua raksasa Spanyol tersebut.
Salah satu insiden yang paling banyak dibicarakan justru melibatkan dua pemain muda yang secara tak terduga berada di pusat konfrontasi, yakni Dean Huijsen dan Lamine Yamal.
Melansir akun X thmanyahsports, situasi bermula dari adu mulut sengit antara Lamine Yamal dan Asencio saat pertandingan sempat dihentikan.
Ketegangan meningkat dengan cepat, dan di momen inilah Huijsen mencoba turun tangan. Bek Real Madrid itu berniat menenangkan situasi dan mencegah konflik berkembang lebih jauh.
Namun, niat baik tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Dalam upayanya memisahkan kedua pemain, Huijsen menggunakan dorongan yang cukup kuat. Gestur itu langsung memancing reaksi Lamine Yamal.
Final Piala Super Spanyol antara Real Madrid dan Barcelona kembali diwarnai tensi tinggi. Dean Huijsen dan Lamine Yamal terlibat adu emosi di panasnya laga El Clasico. (Instagram/@instavoetbalzone)
Pemain muda Barcelona tersebut terlihat jelas tidak senang. Ia merentangkan tangan sebagai bentuk protes dan langsung berhadapan dengan Huijsen.
Dalam hitungan detik, keduanya terlibat pertukaran emosi singkat namun intens, disertai adu argumen dan dorong-dorongan kecil saat tensi memuncak.
Di tengah suasana panas itu, Lamine mempertanyakan tindakan Huijsen dan menyebut apakah sang bek 'gila'.
Meski demikian, Huijsen tetap berdiri di antara Lamine dan Asencio, berusaha memastikan situasi tidak berkembang menjadi insiden yang lebih serius.
Tujuan Huijsen terlihat jelas: meredam konflik sebelum menarik perhatian wasit atau berujung pada sanksi disiplin. Dan, pada akhirnya, upaya itu berhasil. Meski konfrontasi tersebut tampak agresif selama beberapa detik, situasinya tetap terkendali.
Yang terpenting, ketegangan itu tidak berlanjut. Wasit membiarkan permainan diteruskan, dan kedua pemain segera kembali fokus pada pertandingan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022