
Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. (Istimewa)
JawaPos.com-Kekalahan Real Madrid dari Barcelona di final Piala Super Spanyol jelas terasa menyakitkan. Namun, hasil itu bukan hasil yang memicu kepanikan di internal klub. Alih-alih reaksi emosional, manajemen Los Blancos memilih bersikap tenang dan rasional.
Laga final sendiri berlangsung ketat dan sarat intensitas. Kedua tim saling adu kualitas, tempo tinggi, serta pendekatan taktis yang jelas sejak menit awal.
Barcelona akhirnya keluar sebagai pemenang berkat momen yang bisa dibilang kurang beruntung bagi Madrid, ketika tendangan penentu Raphinha membentur Raul Asensio dan melambung melewati Thibaut Courtois. Gol itu praktis mematikan peluang Madrid untuk bangkit di sisa waktu pertandingan.
Meski pahit, kekalahan tersebut justru memunculkan efek tak terduga terhadap situasi Xabi Alonso. Dalam beberapa pekan terakhir, pelatih Real Madrid itu memang berada di bawah sorotan.
Kritik dari luar meningkat, mulai dari hasil pertandingan yang naik-turun, badai cedera, hingga rapuhnya lini pertahanan yang belum sepenuhnya stabil.
Di tengah spekulasi yang beredar sebelum final, Florentino Perez bergerak cepat untuk menutup semua celah ketidakpastian. Melansir Defensa Central, presiden Real Madrid secara pribadi meyakinkan beberapa tokoh senior klub dengan pesan tegas.
“Dia (Alonso) akan tetap tinggal dan dia akan membantu kami memenangkan gelar,” papar Florentino Perez
Pernyataan ini jelas bertolak belakang dengan narasi yang sempat berkembang di beberapa kalangan, yang menyebut Alonso bisa kehilangan pekerjaannya jika Madrid kalah telak di final.
Kenyataannya, seperti yang telah berulang kali dilaporkan, tidak pernah ada keraguan serius di Santiago Bernabeu mengenai kelayakan Alonso untuk jangka panjang maupun arah proyek yang sedang dibangunnya.
Sejak mengambil alih kursi pelatih, Alonso memang dihadapkan pada situasi yang jauh dari ideal. Cedera datang silih berganti, terutama di lini pertahanan, membuat kontinuitas permainan sulit terjaga.
Di sisi lain, jadwal padat juga memaksa tim mencari keseimbangan yang tidak selalu mudah ditemukan. Namun, bagi manajemen klub, konteks adalah segalanya.
Penampilan di final Piala Super Spanyol, meski berakhir dengan kekalahan, tetap memperlihatkan daya saing dan ketahanan Real Madrid. Tim tidak runtuh, tidak kehilangan arah, dan tetap mampu menekan hingga momen terakhir.
Perbedaan antara kalah dengan terhormat dan kalah karena kehancuran total inilah yang tampaknya sangat memengaruhi penilaian internal klub.
Bagi Florentino Perez dan jajaran direksi, kekalahan dari Barcelona bukan alarm bahaya melainkan bagian dari proses panjang yang masih mereka percayakan sepenuhnya kepada Xabi Alonso.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
