Eric Sekou Chelle tanggapi kritikan para penggemar Timnas Nigeria. (X/@SannieDaara)
JawaPos.com - Pelatih Timnas Nigeria, Eric Sekou Chelle, angkat bicara menyusul derasnya kritik yang dialamatkan kepadanya usai kemenangan dramatis 3-2 atas Tunisia pada laga fase grup Piala Afrika 2025.
Meski Super Eagles tampil dominan hampir sepanjang laga, keputusan pergantian pemain di menit-menit akhir menuai kritikan tajam dari para penggemar.
Nigeria meraih kemenangan 3-2 atas Tunisia dalam pertandingan fase grup Piala Afrika (AFCON). Namun, hasil positif itu tidak sepenuhnya disambut manis.
Sejumlah penggemar menilai Nigeria hampir menyia-nyiakan keunggulan setelah unggul jauh 3-0, sebelum akhirnya kebobolan dua gol di akhir laga.
Pada babak pertama, Nigeria tampil sangat dominan. Gol pembuka dicetak Victor Osimhen melalui sundulan kepala, tetapi keunggulan 1-0 dinilai belum mencerminkan dominasi penuh Super Eagles.
Nigeria kemudian meningkatkan intensitas permainan di babak kedua dan sukses memperlebar keunggulan menjadi 3-0.
Namun, situasi berubah setelah pelatih Eric Sekou Chelle melakukan beberapa pergantian pemain. Perubahan struktur permainan membuat Tunisia lebih leluasa mengeksploitasi sisi lapangan.
Tim Afrika Utara itu memperkecil ketertinggalan lewat tendangan bebas sebelum mendapatkan penalti yang membuat skor berubah menjadi 3-2.
Kritik tajam pun mengarah pada keputusan Chelle, terutama terkait masuknya dua pemain sayap, Chidera Ejuke dan Moses Simon, yang dianggap mengganggu keseimbangan tim.
Meskipun demikian, Chelle menegaskan bahwa pergantian itu dilakukan sebagai respons terhadap perubahan taktik Tunisia.
“Karena sekarang mereka sudah tahu sistem kita, itulah sebabnya saya melakukan beberapa penggantian,” ujar Chelle dalam konferensi pers usai laga dilansir dari ESPN, Senin (29/12).
Chelle mengakui adanya kelemahan dalam mengantisipasi bola mati, tetapi sang pelatih menegaskan bahwa mustahil mempertahankan tekanan tinggi selama 90 menit penuh.
Menurutnya, performa selama 75 menit sudah sangat baik, meski evaluasi tetap diperlukan pada 15 menit terakhir.
“Kita harus meningkatkan performa dalam 15 menit terakhir. Tapi, yang pasti, kita tidak bisa bermain dengan tekanan tinggi selama 90 menit, itu mustahil,” kata Chelle.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
