
Timnas negeria masih memiliki harapan lolos ke piala dunia. (Istimewa)
JawaPos.com–Asa Nigeria untuk tampil di Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya padam. Meski kalah dari Republik Demokratik Kongo di babak playoff zona Afrika, peluang Super Eagles masih terbuka menunggu keputusan FIFA terkait dugaan penggunaan pemain yang digunakan Timnas Republik Demokratik Kongo yang dianggap tidak memenuhi syarat.
Sebelumnya, Tim nasional sepak bola Republik Demokratik Kongo memastikan tiket ke playoff antar benua usai menyingkirkan Timnas sepak bola Nigeria lewat drama adu penalti pada November lalu. Kemenangan itu membuka jalan bagi DR Kongo untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun cerita belum benar-benar selesai. Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) melayangkan protes resmi pada Desember.
Mereka mempersoalkan status sejumlah pemain DR Kongo yang disebut memiliki kewarganegaraan ganda, sementara hukum di negara tersebut diklaim tidak mengizinkan kepemilikan dua paspor sekaligus.
Nama Aaron Wan-Bissaka dan Axel Tuanzebe ikut terseret dalam polemik ini. Keduanya pernah membela timnas kelompok umur Inggris sebelum memilih memperkuat DR Kongo. NFF menilai ada potensi pelanggaran administratif dalam proses pengesahan status mereka.
FIFA telah mengonfirmasi bahwa kasus ini sedang dalam peninjauan. Meski begitu, belum ada kepastian kapan keputusan akan diumumkan.
NFF pun membantah kabar yang menyebut protes mereka telah ditolak. Pihak federasi menegaskan belum menerima pemberitahuan resmi apa pun dari badan sepak bola dunia tersebut.
Di sisi lain, federasi DR Kongo menolak tudingan tersebut dan menyebut langkah Nigeria sebagai upaya mencari kemenangan di luar lapangan. Mereka tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi playoff antarbenua melawan Kaledonia Baru atau Jamaika pada Maret.
Secara regulasi, FIFA mengatur bahwa pemain yang ingin berganti asosiasi nasional harus melalui proses administrasi yang ketat dan hanya bisa dilakukan satu kali.
Pemain juga wajib memiliki paspor negara yang ingin dibela. Namun, aturan FIFA tidak secara tegas melarang kepemilikan lebih dari satu kewarganegaraan, selama persyaratan administrasi dipenuhi.
Di titik inilah perdebatan muncul. Nigeria menilai jika hukum domestik DR Kongo dilanggar, status kelayakan pemain bisa dipertanyakan. Sebaliknya, keputusan akhir tetap berada di tangan FIFA sebagai otoritas tertinggi.
Bagi Nigeria, ini bukan sekadar soal lolos atau tidak. Setelah finis peringkat ketiga di Piala Afrika 2025, Super Eagles berambisi kembali ke panggung dunia.
Absen di dua edisi beruntun tentu menjadi pukulan besar bagi negara dengan tradisi sepak bola kuat tersebut. Kini, publik sepak bola Afrika menunggu dengan penuh perhatian. Putusan FIFA akan menentukan apakah harapan Nigeria tetap menyala atau benar-benar padam menjelang Piala Dunia 2026.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
