
Jude Bellingham (Instagram @judebellingham)
JawaPos.com - Tekanan terhadap Xabi Alonso belum sepenuhnya mereda, meski Real Madrid baru saja meraih kemenangan penting atas Alaves.
Sebelumnya, performa Los Blancos dalam kekalahan 2-1 dari Manchester City menunjukkan satu hal penting: ini bukanlah tim yang sudah menyerah pada pelatihnya. Mereka berjuang hingga akhir laga, meski hasil akhirnya tetap mengecewakan.
Namun, fakta tak bisa dihindari. Kekalahan beruntun di Santiago Bernabeu dan hanya dua kemenangan dari delapan pertandingan terakhir menempatkan Alonso dalam posisi genting.
Bahkan, sempat beredar kabar bahwa masa depannya akan langsung dipertaruhkan jika Real Madrid kembali kalah di kandang.
Meski demikian, respons dari para pemain dan media Spanyol mengindikasikan bahwa Alonso belum akan pergi dalam waktu dekat. Waktu memang terus berjalan, tetapi dukungan dari dalam tim masih terasa kuat.
Melansir Sky Sports, Jude Bellingham menjadi salah satu sosok yang paling vokal membela sang pelatih. Gelandang Inggris itu menegaskan bahwa ruang ganti sepenuhnya berada di belakang Alonso.
"Manajernya sangat hebat. Saya pribadi memiliki hubungan yang baik dengannya dan saya tahu banyak pemain lain juga demikian," ungkap Bellingham.
Ia juga menekankan bahwa para pemain tidak larut dalam situasi sulit yang sedang dihadapi tim.
"Setelah serangkaian hasil imbang itu, kami melakukan beberapa percakapan internal yang bagus dan merasa telah melupakan performa buruk tersebut sebelum beberapa pertandingan terakhir."
"Tidak ada yang menyerah, tidak ada yang mengeluh atau merengek. Kami menerimanya dengan lapang dada dan terus berjuang,” tambahnya.
Menurut Bellingham, fokus utama tim adalah menyelesaikan masalah secara internal, tanpa terpengaruh hiruk-pikuk di luar lapangan.
"Kami masih berusaha menyelesaikan masalah ini di dalam ruang ganti terlepas dari apa yang terjadi di luar. Kami tahu itu tidak membantu. Salah satu hal yang penting adalah bagaimana kami mengelola pertandingan,” lanjut Bellingham.
“Di titik-titik tertentu di mana kami harus berjuang, rasanya kami selalu kebobolan dan itu membuat kami tertekan serta memaksa kami bermain dengan cara yang tidak kami inginkan."
Meski demikian, ia tetap optimistis.
"Namun, di ruang ganti, kami memiliki apa yang kami butuhkan untuk membalikkan keadaan, mungkin kami hanya butuh sedikit keberuntungan atau mungkin sesuatu yang perlu kami diskusikan secara internal. Saya yakin musim ini belum berakhir hanya karena kami sedang dalam performa buruk."
