
Ketegangan di Real Madrid memuncak setelah hasil buruk. Keraguan terhadap Xabi Alonso muncul sejak kekalahan telak di derby Madrid. (ig @realmadrid)
JawaPos.com - Ketegangan di ruang ganti Real Madrid “mencapai puncaknya” setelah kekalahan mengecewakan 2-0 dari Celta Vigo. Situasi di Valdebebas disebut makin panas, dengan Xabi Alonso berada dalam tekanan berat mengenai masa depannya di klub.
Beberapa laporan menyebut “pertandingan melawan Manchester City bisa jadi merupakan kesempatan terakhir Alonso” untuk mempertahankan posisinya. Jika gagal, pintu keluar Bernabéu bisa segera terbuka untuknya.
Namun menariknya, menurut jurnalis Jorge Picon di platforn X, dikutip Selasa (9/12), keraguan Real Madrid terhadap Alonso bukan muncul setelah hasil buruk melawan Celta Vigo. Justru, benih keraguan itu sudah ada sejak awal musim tepatnya setelah kekalahan memalukan dari Atletico Madrid di derby.
“Keraguan dewan terhadap XA tidak muncul setelah pertandingan melawan Celta. Keraguan itu dimulai saat derby di Metropolitano, hari di mana beberapa orang di dalam klub mengkritiknya secara langsung. Sejak saat itu, ia berada di bawah pengawasan ketat. Dan itu bukan berarti hal yang sama tidak terjadi pada beberapa pemain,” tulis sang jurnalis.
Pada laga tersebut, Los Blancos dihajar 5-2 oleh rival sekota mereka. Antoine Griezmann dan Julian Alvarez menjadi mimpi buruk bagi lini belakang Madrid, sementara sejumlah tokoh internal langsung mempertanyakan pendekatan Alonso.
Sejak kekalahan itu, performa Alonso terus diawasi ketat. Intensitas pengawasan pun meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama setelah hasil-hasil minor yang memperburuk suasana tim.
Bukan hanya Alonso yang jadi sorotan, beberapa pemain juga tengah berada dalam radar evaluasi dewan klub. Artinya, ini bukan sekadar isu pelatih, tetapi refleksi dari kondisi tim yang belum stabil secara keseluruhan.
Real Madrid bahkan sudah menyiapkan daftar calon pengganti jika skenario pemecatan terjadi. Nama-nama besar muncul, termasuk Jürgen Klopp meski laporan menyebut pelatih Jerman itu “tidak terlalu ingin” meninggalkan Red Bull saat ini.
Untuk sementara, fokus tetap tertuju pada Alonso. Ia masih memiliki kesempatan membalikkan situasi jika mampu menutup akhir tahun dengan hasil positif. Namun dengan atmosfer yang makin tegang, setiap pertandingan kini terasa seperti ujian hidup dan mati bagi sang pelatih muda.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
