
Selebrasi Raphinha saat mencetak gol ke gawang Jan Oblak. (X/@brfootball)
JawaPos.com-Kehadiran kembali winger asal Brasil Raphinha di lini serang Barcelona terbukti membawa dampak signifikan. Tidak hanya bagi performa tim berjuluk Blaugrana tetapi juga bagi pelatih kepala Hansi Flick.
Setelah absen beberapa pekan karena cedera, Raphinha sempat turun sebagai pemain pengganti melawan Athletic Bilbao dan Chelsea. Namun comeback penuh sebagai starter melawan Deportivo Alaves dan Atletico Madrid benar-benar mengubah dinamika tim.
Pekan lalu, Flick memuji Raphinha sebagai salah satu pemain yang paling fokus.
"Saya merindukannya. Dia adalah salah satu pemain yang paling fokus di tim, dia menyesuaikan diri dengan gaya kami. Dia memiliki dampak yang sangat positif pada permainan kami," kata Hansi Flick.
"Dia lapar dan ingin menunjukkan betapa bagusnya dia, setelah musim yang hebat tahun lalu," begitulah Hansi Flick mendefinisikan kembalinya Raphinha ke starting eleven pekan lalu, dikutip melalui laman Marca, Kamis (4/12).
Kualitas pemainan Barcelona meningkat drastis dengan adanya Raphinha. Bahkan, Pelatih Atletico Madrid Diego Simeone, sebelum dan sesudah pertandingan, terang-terangan menyoroti betapa vitalnya peran Raphinha bagi tim Cule tersebut. Bahkan sempat melontarkan pujian hingga meminta Raphinha dipertimbangkan meraih Ballon d'Or.
"Raphinha bermain di setiap pertandingan. Da mencetak gol, melakukan pressing. Aku juga tidak paham kenapa dia tidak mendapatkan Ballon d'Or," ujar pelatih asal Argentina tersebut, dikutip melalui laman One Football, Kamis (4/12).
Raphinha dinilai sebagai fitur kapten yang sejati di Barcelona. Dia tidak hanya menjadi pemimpin tim di lapangan, tetapi juga berhasi membangkitkan semangat para fans dan tim saat tertekan, dia juga aktif dalam menjalin komunikasi, termasuk dengan Hansi Flick.
Salah satu momen yang paling disorot adalah saat pria berusia 28 tahun itu terlihat berbincang dengan Flick yang tampak kecewa usai kemenangan melawan Alaves.
Karakter Raphinha menular ke seluruh skuad. Dia mengemban ban kapten dengan penuh tanggung jawab dan kebanggan.
Selain memberikan pujian dan dorongan, dia juga tak segan menegur rekan setim yang dinilainya menunjukan sikap kurang memuaskan di lapangan.
Saat melawan Alaves, Raphinha menyumbang satu assist, serta mencetak satu gol yang krusial saat menghadapi Atletico Madrid, yang dia rayakan dengan menunjuk lambang klub.
Dilansir melalui laman Marca, dalam laga sengit melawan Atletico Madrid, Raphinha bermain selama 73 menit. Dia ditarik keluar karena kelelahan, menyusul pemulihan dari cedera panjang.
Selain satu gol, Raphinha tercatat melakukan empat percobaan tembakan, salah satunya berhasil digagalkan kiper Jan Oblak.
Akurasi umpannya juga tinggi, yakni 18 umpan sukses dari 22 percobaan. Dia menyentuh bola sebanyak 42 kali, dengan 10 sentuhan dilakukan di dalam kotak penalti lawan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
