Rotasi Pep Guardiola Gagal Total, Manchester City Kalah 0-2 dari Bayern Leverkusen di Liga Champions
JawaPos.com - Para pemain Manchester City yang duduk di bangku cadangan belum banyak mendapatkan menit bermain. Namun setelah beberapa di antaranya diturunkan pada laga melawan Leverkusen yang berujung kekalahan 0-2, tampaknya Pep Guardiola butuh waktu untuk kembali memainkan mereka di pertandingan berikutnya.
Melansir ESPN, setelah kekalahan 2-1 di kandang Newcastle United pada Sabtu lalu, Pep Guardiola melakukan rotasi besar-besaran. Pelatih Manchester City tersebut mengganti 10 pemain dari starting line-up di laga sebelumnya, dengan pengecualian Nico González.
Hasilnya justru mengecewakan. Mengetahui bintang utama Man City seperti Haaland, Phil Foden, dan Donnarumma hanya menonton dari pinggir lapangan, Bayern Leverkusen tampil beringas. Mereka memanfaatkan absennya para pemain itu dengan mencetak gol pertama dan menutup babak pertama dengan skor 0-1.
Di babak kedua, demi mengejar ketertinggalan, Guardiola melakukan pergantian. Ia menarik Rayan Aït-Nouri, Oscar Bobb, dan Rico Lewis, kemudian memasukkan pemain-pemain reguler seperti Phil Foden, Jérémy Doku, dan Nico O’Reilly.
Lebih banyak serangan pun tercipta. Namun bahkan masuknya Haaland sekalipun tidak segera membuahkan hasil. Justru Leverkusen berhasil mencetak gol kedua dan memberikan kekalahan pertama bagi Manchester City di kandang pada fase grup Liga Champions sejak 2018.
Seusai laga, Pep Guardiola mengakui kesalahannya karena merotasi terlalu banyak pemain di saat kedalaman skuadnya masih belum memadai.
“Terlalu banyak perubahan. Mungkin terlalu sulit melihat hasilnya. Saya bertanggung jawab penuh atas kekalahan ini,” ucap Pep Guardiola.
Mengenai alasan di balik rotasi besar-besaran tersebut, Pep mengungkapkan bahwa ia ingin membuat semua pemain merasa dilibatkan.
“Saya ingin semua orang terlibat, dan ketika mereka tidak bermain, itu sulit. Tapi mungkin terlalu sulit. Terkadang saya suka bersikap terlalu baik dan melibatkan semua orang. Itu tidak berhasil dan saya harus menerimanya,” pungkasnya.
Keputusan Guardiola untuk melakukan rotasi besar-besaran memang cukup membingungkan. Setelah sebelumnya sempat kalah telak 2-7 dari PSG, Leverkusen seharusnya bisa menjadi lawan yang lebih mudah bagi Manchester City.
Kemenangan melawan Leverkusen jelas akan memudahkan Haaland dkk menatap laga melawan Real Madrid di Bernabéu. Seandainya kalah dari Mbappé dkk seperti musim lalu, langkah Man City untuk bisa lolos langsung ke babak 16 besar akan semakin terjal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
35 Santri Keracunan MBG Masih Dirawat di RS Siti Hajar Sidoarjo
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Prediksi Sassuolo vs Frosinone di Coppa Italia 2026/2027: Jay Idzes Cs Menang Susah Payah
