Cristian Chivu membeberkan alasan Inter Milan kalah dari AC Milan di Derby della Madoninna. (Mattia Passtoia/Inter Milan)
JawaPos.com – Cristian Chivu mengakui 'rasa frustrasi performa dan fokus' menjadi salah satu penyebab dalam kekalahan 0–1 dari AC Milan di Derby della Madonnina edisi pertama Serie A musim 2025/2026, Senin (24/11) dini hari WIB.
Nerazzurri sebenarnya berhasil mendominasi sepanjang babak pertama di Giuseppe Meazza memaksa Rossoneri bertahan total. Sayangnya, sebagai tuan rumah, mereka kurang beruntung karena gagal membuka skor.
Peluang sundulan Francesco Acerbi dan tendangan Lautaro Martinez masih membentur tiang gawang. Kemudian kiper lawan, Mike Maignan, sukses menepis tendangan penalti Hakan Calhanoglu.
Christian Pulisic menjadi pencetak gol tunggal dalam Derbi Milan kali ini, menempatkan Inter kini tanpa kemenangan dalam enam pertemuan rival satu kota di Serie A, Coppa Italia, dan Supercoppa Italiana, dengan hanya dua hasil imbang.
“Rasa frustrasi bukan hanya apa yang kami ciptakan, tetapi juga performa dan fokus kami (di lapangan), karena kami hampir tidak membiarkan serangan balik, meskipun tahu kedua striker itu (Rafael Leao dan Pulisic) bisa merepotkan kami,” katanya kepada DAZN Italia.
“Saat kami kehilangan bola di lini tengah, mereka mencetak gol. Inilah sepak bola. Saya membawa pulang penampilan bagus ini, karena para pemain terus berjuang hingga akhir, meskipun kecewa karena kebobolan karena frustrasi setelah dua peluang membentur tiang."
“Mereka (para pemain Inter) berusaha mencetak gol dengan segala cara, dan itulah semangat yang ingin saya lihat,” ujar pelatih asal Rumania berusia 45 tahun ini.
“Saya tahu apa yang kami ciptakan dan mengapa kami kebobolan, inilah risiko yang kami ambil. Saya tidak menganalisis individu di depan umum (konferensi pers), karena saya tidak akan pernah melakukan itu."
“Ketika saya melihat para pemain saya memberikan segalanya dalam latihan, saya tidak pernah bisa menyalahkan siapa pun, dan saya juga tidak ingin mencari alibi. Kita semua terlibat dalam hal ini dan bertanggung jawab, (atas hal) baik atau buruk,” lanjut Chivu.
“Kita semua seharusnya bisa bermain lebih baik. Kita bisa mencetak gol lebih awal, atau menghadapi momen-momen pertandingan dengan lebih baik. Tugas kita sekarang adalah bangkit kembali, karena kita akan menghadapi pertandingan penting (di Liga Champions),” tandas mantan ahli taktik Parma ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
