Legenda sepak bola Inggris jual medali untuk kebutuhan ekonomi. (X/@LFC)
JawaPos.com - Sejumlah legenda sepak bola dunia, termasuk delapan pahlawan Inggris di Piala Dunia 1966 dan ikon Brasil, Pele, diketahui pernah menjual medali kemenangan mereka karena tekanan ekonomi dan kondisi hidup setelah pensiun.
Menjual medali demi mencukupi kebutuhan ekonomi ternyata tidak hanya dilakukan oleh para purna atlet di Indonesia. Eks bek Liverpool Steve Finnan melepas medali Liga Champions 2005 akibat sengketa keluarga dan tekanan biaya hukum yang terus menumpuk.
Finnan bukan satu-satunya, sejumlah legenda besar juga terpaksa melakukan hal yang sama. Kiper ikonik Inggris di Piala Dunia 1966 Gordon Banks terpaksa melelang medalinya pada 2001.
Meski menjadi salah satu penjaga gawang terbaik sepanjang masa, Banks hanya menerima gaji maksimal GBP 100 (sekitar Rp 2,1 juta) per pekan saat masih aktif.
Setelah pensiun dan bisnisnya gagal, Banks harus menanggung beban finansial keluarga. Medalinya laku GBP 124.750 (sekitar Rp 2,7 miliar), sementara topi final 1966 dilepas seharga GBP 27.025 (sekitar Rp 592 juta).
Rekan setim Banks di skuad 1966, George Cohen, juga menjual medalinya pada 1998 untuk menutup kebutuhan masa pensiun setelah menghadapi kegagalan investasi properti dan masalah kesehatan. Fulham membeli medali tersebut seharga GBP 80 ribu (sekitar Rp 1,75 miliar).
Kemudian, pencetak hattrick di final Piala Dunia 1966 Sir Geoff Hurst juga menjual medalinya demi membantu anak-anaknya. West Ham membeli medali itu sekitar GBP 150 ribu (sekitar Rp 3,2 miliar) untuk dipajang bersama koleksi Bobby Moore dan Martin Peters.
Hurst menegaskan bahwa keputusan itu sama sekali tidak ia sesali.
“Saya hanya menyimpan sedikit uang dan itu merupakan keputusan yang saya buat dengan sadar. Penting untuk membantu anak-anak saya,” kata Hurst dikutip dari Daily Mail.
Pada 2016, sang legenda Brasil Pele melelang lebih dari dua ribu memorabilia, termasuk tiga medali Piala Dunia miliknya.
Medali 1958 terjual GBP 200 ribu (sekitar Rp 4,3 miliar), sedangkan medali 1962 mencapai GBP 140.800 (sekitar Rp 3 miliar). Pele menjelaskan bahwa dia ingin sejarahnya dapat dibagikan kepada penggemar dan museum di seluruh dunia.
“Saya berharap mereka menghargai artefak ini dan berbagi cerita saya dengan anak-anak mereka dan generasi mendatang,” kata Pele.
Cerita serupa juga terjadi pada Alan Ball yang dikenal sebagai pemain paling muda di skuad Inggris saat memenangi Piala Dunia 1966 yang menjual medali miliknya karena ditekan kebutuhan ekonomi.
Kemudian, medali milik Trevor Francis dilelang setelah sang penyerang meninggal pada 2023. Lelang dilakukan oleh keluarganya dengan alasan yang berkaitan dengan urusan warisan dan untuk mengelola koleksi peninggalannya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022