
Presiden Federasi Sepak Bola Panama Manuel Arias disanksi FIFA. (Dok. X/@fepafut)
JawaPos.com - FIFA kembali menjatuhkan sanksi tegas kepada Presiden Federasi Sepak Bola Panama Manuel Arias. Hukuman ini menjadi lanjutan dari pelanggaran etika yang sebelumnya menyeret namanya setelah komentar body shaming terhadap salah satu pemain timnas putri.
Langkah ini diambil karena Arias dianggap tidak mematuhi larangan sebelumnya yang telah dijatuhkan FIFA.
FIFA resmi melarang Manuel Arias dari seluruh aktivitas sepak bola selama enam bulan. Keputusan ini diumumkan tak lama setelah Panama memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 usai kemenangan 3-0 atas El Salvador.
Dilansir dari AP News (22/11), hukuman terbaru ini diberikan karena Arias dianggap gagal mematuhi sanksi sebelumnya yang dijatuhkan pada awal 2024.
Sanksi awal yang diterima Arias bermula dari komentarnya terhadap bintang timnas putri Panama, Marta Cox. Arias menyebut Cox gendut setelah sang pemain mengkritik fasilitas dan persiapan tim nasional.
Komentar itu kemudian menuai kecaman luas dan membuat Arias dikenai larangan aktivitas selama enam bulan yang berlaku hingga Juli 2024. Arias juga dilarang terlibat dalam sejumlah agenda penting, termasuk pertandingan kualifikasi dan gelaran Gold Cup.
FIFA menyatakan Arias gagal mematuhi aturan selama masa hukumannya. Meski tidak dijelaskan detail pelanggarannya, badan disiplin FIFA menambahkan denda sebesar 20.000 franc Swiss (sekitar Rp 413 juta) kepada sang pejabat.
Alhasil, Arias juga dipastikan tidak dapat menghadiri acara pengundian Piala Dunia 2026 yang rencananya digelar di Washington, DC, di mana Presiden AS Donald Trump dijadwalkan hadir.
Masa hukuman baru akan berakhir sekitar empat minggu sebelum Piala Dunia 2026 dimulai di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Meskipun demikian, Arias masih berhak mengajukan banding atas sanksi tambahan yang dijatuhkan.
Kasus ini cukup disorot karena bertepatan dengan keberhasilan Panama berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia usai Suriname, pemimpin grup sebelumnya, kalah 1-3 di tangan Guatemala.
Sayangnya, momentum positif itu harus tercoreng oleh kontroversi yang kembali menyeret pimpinan federasi sepak bola Panama.
Dalam pernyataan resminya, pihak federasi Panama (FPF) juga telah menerima keputusan FIFA dan akan berfokus pada Piala Dunia 2026 dan kualifikasi Concacaf.
“Federasi Sepak Bola Panama akan terus mengorganisasi persiapan Timnas Putra untuk persiapan Piala Dunia 2026 dan menyoroti partisipasi Timnas Putri dalam kualifikasi Concacaf yang akan dimulai pada 30 November,” tulis pihak federasi Panama.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
