Pemain muda Norwegia, Andreas Schjelderup, dihukum karena membagikan video asusila anak di bawah umur. (aljazeera)
JawaPos.com - Pesepak bola Norwegia Andreas Schjelderup menghadapi tekanan publik terbesar dalam kariernya setelah dinyatakan bersalah oleh pengadilan Denmark atas tindakan membagikan materi seksual yang melibatkan dua anak laki-laki di bawah usia 18 tahun. Putusan itu dijatuhkan di Pengadilan Copenhagen pada Rabu (19/11), tempat ia menjalani persidangan karena perbuatannya dilakukan saat ia masih bermain untuk klub Denmark, FC Nordsjaelland.
Kasus yang menyeret pemain 21 tahun itu bermula dari sebuah video berdurasi 27 detik yang ia terima melalui aplikasi Snapchat. Tanpa berpikir panjang, Schjelderup meneruskan video tersebut ke sebuah grup obrolan beranggotakan empat temannya. Tindakan sederhana yang menurutnya "hanya meneruskan" itu berubah menjadi perkara hukum karena video tersebut memperlihatkan dua remaja di bawah usia 18 tahun dalam konteks seksual.
Di hadapan majelis hakim, Schjelderup mengaku bersalah dan tidak membantah bahwa ia mengetahui usia para remaja dalam rekaman tersebut sejak beberapa detik pertama. Ia juga menyampaikan bahwa ia langsung menghapus video itu sesaat setelah mengirimkannya, menyadari bahwa tindakannya telah melanggar hukum.
"Saat saya meneruskannya kepada teman-teman, saya segera menyadari bahwa itu ilegal dan langsung menghapus video tersebut," kata Schjelderup dalam kesaksiannya di ruang sidang.
Hakim Mathias Eike akhirnya menjatuhkan hukuman penjara percobaan dua minggu, mengharuskan Schjelderup tetap bebas selama tidak terbukti melakukan tindak kejahatan lain dalam 12 bulan ke depan. Hukuman itu lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, yang meminta masa penjara setidaknya 20 hari tanpa penangguhan.
Meski demikian, kasus ini tetap mencoreng reputasi sang pemain yang kini berkarier di Benfica, Portugal. Apalagi, Timnas Norwegia sendiri baru saja memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 4-1 atas Italia di Milan pada Minggu (16/11). Schjelderup ada dalam daftar pemain, namun tidak dimainkan dalam laga tersebut.
Setelah putusan dibacakan, pemain muda itu mengunggah pernyataan permintaan maaf melalui akun Instagramnya. Ia menyebut kejadian ini sebagai "kesalahan bodoh" dan menegaskan keinginannya untuk terbuka kepada publik.
Dalam pernyataannya, Schjelderup menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakannya dan meminta maaf kepada semua pihak yang terdampak. "Saya ingin terbuka kepada kalian semua tentang kesalahan bodoh yang saya lakukan," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Meski telah menerima putusan, proses hukum masih menyisakan kemungkinan lanjutan. Pengacara Schjelderup, Anders Nemeth, mengatakan kepada pengadilan bahwa pihak pembela akan mempertimbangkan langkah selanjutnya sebelum memutuskan apakah akan mengajukan banding terhadap hukuman tersebut.
Sementara itu, federasi sepak bola Norwegia belum memberikan pernyataan resmi terkait masa depan Schjelderup di tim nasional. Dalam konteks sepak bola, kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan pemain yang tengah berada dalam fase penting perkembangan kariernya dan berpotensi memperkuat Norwegia di turnamen besar mendatang.
Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa tindakan digital sekecil apa pun dapat membawa konsekuensi hukum yang serius, terlebih ketika menyangkut materi sensitif dan eksploitasi anak di bawah umur. Bagi Schjelderup, peristiwa ini bukan hanya soal hukuman dua minggu penjara percobaan, tetapi juga ujian besar bagi citra, kepercayaan publik, dan langkah kariernya ke depan.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
