
Xavi Hernandez Ungkap Kesalahannya Sehingga Dipecat Barcelona
JawaPos.com - Legenda Barcelona, Xavi Hernandez, mengakui bahwa kegagalannya mempertahankan “standar tinggi” selama musim terakhirnya mengelola klub pada akhirnya berujung pada pemecatannya.
Gelandang yang kemudian menjadi manajer tersebut sempat membawa Barcelona meraih Piala Super Spanyol dan gelar La Liga pada musim 2022–23.
Namun, masa jabatannya yang sebelumnya menjanjikan itu runtuh sepenuhnya pada musim berikutnya, dan Xavi menganggur sejak saat itu.
Baca Juga: Legenda Barcelona Xavi Hernandez Sebut Mantan Bintang Real Madrid yang Lebih Hebat Darinya
Melansir MARCA, berbicara dalam sebuah konferensi di Universitas ESIC Madrid, Xavi bersikap kritis terhadap dirinya sendiri.
Ia membuka diri mengenai kesalahan-kesalahan yang menurutnya membuat Barcelona kesulitan sepanjang musim 2023–24 dan akhirnya menyebabkan pemecatannya.
“Saya memulai karier sebagai manajer Barça dengan tuntutan yang tinggi,” ujarnya melalui MARCA.
“Bagi para pemain dan klub, mengingat klub ini berasal dari periode di mana tuntutannya tidak terlalu tinggi. Kesalahan saya adalah mempertahankan standar tersebut hanya selama satu tahun.”
Baca Juga: AIFF Pastikan Lamaran dari Xavi Hernandez dan Pep Guardiola untuk Latih Timnas India adalah Hoaks
“[Setelah memenangkan La Liga dan Piala Super Spanyol], saya menurunkan standar tinggi itu, dan para pemain tidak lagi memiliki sikap, rasa hormat, dan usaha yang sama. Standar terus menurun hingga kami tidak memenangkan apa pun pada musim terakhir saya.”
“Seiring berjalannya waktu, saya mampu mengkritik diri sendiri dan berkata pada diri sendiri: ‘Sialan, apa yang terjadi padaku?’”
Warisan Abadi Xavi sebagai Manajer Barcelona
Xavi bergabung dengan Barcelona di tengah masalah ekonomi parah yang menghambat kemampuan klub untuk bersaing di bursa transfer. Solusinya? Mengandalkan pilar terbesar Barça: La Masia.
Di bawah Xavi, lulusan akademi seperti Gavi dan Alejandro Balde berhasil menembus tim utama.
