
Xavi Hernandez mengungkap sempat mencoba membawa kembali Lionel Messi, Neymar, dan Pedro saat melatih Barcelona. (ig @fanaticos)
JawaPos.com–Masa kepelatihan Xavi Hernandez di Barcelona memang sudah berakhir, tapi ceritanya belum benar-benar habis. Dalam beberapa bulan terakhir, legenda klub tersebut mulai membuka dapur internal selama memimpin tim dan ternyata, ada rencana besar yang dulu nyaris terjadi.
Melansir Mundo deportivo, dalam wawancaranya bersama Romario, Xavi berbicara cukup terbuka. Dia mengaku bangga dengan apa yang sudah dicapai, terutama karena datang di momen sulit dan berhasil mengangkat kembali daya saing tim.
”Saya sangat bangga, klub ini berada di titik terburuk dalam sejarahnya. Kami berhasil membuat tim mampu bersaing dan memenangkan dua gelar. Kami meninggalkan warisan berupa pemain-pemain muda yang kini menjadi tulang punggung tim ini,” terang Xavi.
Baca Juga:Manchester City Lolos ke Final FA Cup! Krisis Cedera Rodri hingga Gvardiol Jadi Ancaman Serius
Meski begitu, Xavi juga jujur bahwa menjadi pelatih Barcelona bukan perkara mudah, bahkan jauh lebih rumit dibanding saat ia masih mengatur permainan di lapangan.
”Menjadi manajer jauh lebih sulit daripada bermain. Saya merasa akan terus melatih, jadi kami sepakat dengan Laporta, tetapi ada masalah pribadi dengan seseorang di klub yang tidak mengizinkan kami melanjutkan. Kami telah meletakkan fondasi yang baik yang sekarang dimanfaatkan Flick, dengan kerja kerasnya,” papar Xavi.
”Saya menuntut banyak dari Laporta ketika bergabung, setelah memenangkan liga tuntutan saya menurun dan itu tidak boleh terjadi lagi pada saya. Pesan pertama saya adalah bahwa saya ada di sana untuk membantu mereka, bukan karena ego saya,” sambung dia.
Namun, bagian paling menarik justru datang dari pengakuannya soal bursa transfer. Xavi ternyata punya mimpi besar yakni menghidupkan kembali era kejayaan dengan memulangkan para mantan bintang. Dia mengakui secara langsung.
”Saya berhasil membawa kembali Dani Alves dan saya mencoba membawa kembali Neymar, Pedro, dan Messi ketika saya menjadi pelatih. Pedro dan Neymar tidak bisa dibawa kembali karena situasi ekonomi dan Messi karena Laporta tidak menginginkannya,” ucap Xavi.
”Dengan Neymar ada peluang, tetapi itu juga tidak terjadi. Itu tidak terjadi karena situasi ekonomi kami yang sangat sulit. Aturan Financial Fair Play sangat membatasi kami, dan gaji pemain yang fantastis,” sambung dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Monza vs Cagliari di Liga Italia: Tim Tamu Punya Catatan Impresif di Laga Tandang
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Coventry City: Menang Tipis, De Zerbi Akhiri Tren Buruk
Prediksi Skor Trabzonspor Vs Besiktas di Liga Turki: Salah Cs Punya Rekor Kandang Impresif
UU Ketenagakerjaan Batasi PKWT Maksimal 4 Tahun, Said Iqbal: Kalau Ciptaker Sembarangan
Prediksi Skor Getafe vs Rayo Vallecano: Emil Audero Bantu El Rayo Perpanjang Kutukan 10 Laga!
Persebaya Berangkat ke Makassar Besok! Tavares Siap Tantang Mantan Tim PSM
Prediksi Skor Al Fayha vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: Ivan Toney Siap Menggila di Al Majma’ah
Prediksi Skor Parma vs Torino: Kans Il Toro Tundukkan Tuan Rumah di Stadio Ennio Tardini!
Prediksi Tottenham vs Coventry: Spurs Belum Menang dalam Enam Laga, Coventry Percaya Diri
Prediksi Skor Monza vs Cagliari: Rossoblù Menang Tipis, Rekor Berusia 61 Tahun Terancam Pecah!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022